comscore

Lestari Moerdijat: Perlu Langkah Antisipatif Hadapi Dampak Krisis Global

Antara - 14 April 2022 12:18 WIB
Lestari Moerdijat: Perlu Langkah Antisipatif Hadapi Dampak Krisis Global
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Dok. Istimewa
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menilai perlu langkah antisipatif menghadapi krisis global. Sebab, dampaknya bisa berkaitan dengan keamanan dan stabilitas pangan dalam negeri.

"Masalah pangan yang kita hadapi adalah bagian dari masalah global yang juga dihadapi negara-negara lain di dunia. Kita memerlukan langkah-langkah antisipasi agar kita memiliki ketahanan pangan yang lebih baik," kata Lestari dalam diskusi 'Mengantisipasi Ancaman Krisis Pangan Dampak Perang Ukraina-Rusia' dilansir Antara, Kamis, 14 April 2022.
Baca: Lestari Moerdijat: Masalah Stunting Pengaruhi Ketahanan Bangsa

Lestari mengatakan para pemangku kepentingan harus belajar dari berbagai konflik global saat ini dengan terus berupaya memperkuat sumber daya yang dimiliki. Pemerintah harus mampu memberi jaminan ketahanan pangan, setidaknya selama pemulihan untuk bangkit dari pandemi.

"Ketahanan pangan merupakan keadaan ketika semua orang memiliki akses sosial dan ekonomi terhadap kecukupan pangan yang bergizi untuk hidup produktif dan sehat," ujarnya.

Dia menjelaskan pada 2020, sejumlah badan dunia menganalisa secara komprehensif ancaman dan indikasi kerawanan pangan dan malnutrisi secara global. Berdasarkan catatan Badan Pangan Dunia (FAO), kondisi itu diperparah dengan terjadinya konflik Rusia-Ukraina sehingga menyebabkan kenaikan 17,1 persen harga komoditas biji-bijian dunia, termasuk barley, gandum dan jagung.

"Karena krisis yang terjadi di dunia sering kali mengganggu stabilitas komoditas pangan dunia, akibat terjadinya lonjakan intervensi perdagangan dan pembatasan ekspor pangan," jelasnya.

"Harus segera diantisipasi dengan berbagai langkah strategis yang terukur melalui kolaborasi yang baik antara para pemangku kepentingan dan masyarakat, agar negeri ini mampu mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik," tutur Lestari.

Dalam diskusi tersebut, Wakil Ketua Komisi VI Martin Manurung berpendapat setiap komoditas memiliki karakteristik yang khas sehingga perlakuan terhadap setiap komoditas harus berbeda untuk upaya perbaikan. Pemerintah harus ketat mengawal harga-harga komoditas di tengah harga di pasar global yang bergejolak.

"Upaya pengawalan harga komoditas pernah dilakukan pemerintah dan berhasil mengendalikan harga beberapa tahun lalu. Saya kira pemerintah bisa menerapkan strategi yang sama untuk mengendalikan harga komoditas kali ini," ujar Martin.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id