Menkominfo: Patuhi Protokol Kesehatan Niscaya Level PPKM Membaik

    Ferdian Ananda - 15 September 2021 20:58 WIB
    Menkominfo: Patuhi Protokol Kesehatan Niscaya Level PPKM Membaik
    Menkominfo Johnny G Plate memberikan keterangan di Jakarta, Senin, 7 Juni 2021. Foto: Istimewa



    Jakarta: Pemerintah mengajak masyarakat bersama-sama memperkuat ikhtiar penerapan protokol kesehatan dan segera vaksinasi covid-19. Upaya kolaboratif dari level masyarakat menjadi kunci agar status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dapat diturunkan.

    “Mari kita mulai dari diri kita sendiri, dan tegur orang yang tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, mari kita antar orang tua kita atau kerabat kita yang sudah lansia ataupun anak kita yang masih remaja untuk segera vaksinasi. Dengan protokol kesehatan yang baik, niscaya level asesmen PPKM juga akan membaik dan aktivitas masyarakat akan lebih lancar," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 September 2021.

     



    Berdasarkan data per 11 September 2021, sejumlah daerah telah menunjukkan perbaikan level asesmen PPKM. Misalnya, hasil asesmen pada level aglomerasi dan kab/kota di Jawa-Bali menunjukan perbaikan.

    Status PPKM di wilayah aglomerasi Bali turun menjadi level 3, sedangkan Jabodetabek dan Surabaya turun menjadi Level 2. Selain itu, ada tambahan 24 kab/kota yang turun menjadi level 2 dan enam kab/kota yang turun menjadi level 1.

    Baca: Presiden Jokowi Sebut Penanganan Pandemi Terus Membaik

    Di luar Jawa-Bali hanya enam kab/kota yang masih berada di level 4. Jumlah itu turun dari sebelumnya 23 kab/kota.

    Sementara itu, daerah yang menerapkan level 3 dan 2 masing-masing 330 kab/kota atau naik dari 314 kab/kota serta 50 kab/kota atau naik dari 49 kab/kota.

    Pemerintah mengajak seluruh masyarakat terus mematuhi aturan PPKM serta mempertahankan disiplin memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan segera vaksinasi untuk menjaga momentum positif ini. Johnny mengingatkan faktor kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat menjadi kunci utama penurunan level asesmen PPKM.

    Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 per 5 September 2021, terdapat sejumlah masyarakat yang abai dalam menerapkan protokol kesehatan. Berdasarkan data tersebut, 9,23 persen masyarakat yang belum patuh memakai masker.

    Tingkat persentase pelanggaran kepathan memakai masker adalah restoran/kedai sebesar 22,8 persen pelanggaran, jalanan umum 14,5 persen, rumah 12,6 persen, tempat wisata 9,3 persen, dan tempat olahraga publik/RPTRA 8,9 persen.

    Data tersebut juga mengungkapkan terdapat 10,3 persen masyarakat yang belum menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Lokasi kerumunan dengan persentase ketidakpatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan paling tinggi adalah restoran/kedai sebesar 13,9 persen, jalanan umum 11,9 persen, bandara 11,7 persen, tempat olahraga publik/RPTRA 11,1 persen, dan tempat wisata 9,8 persen.

    “Dari data ini kita memahami masih ada masyarakat yang belum mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Pemerintah berharap semua pihak dapat bersikap secara bijaksana dengan memperbaiki penerapan protokol kesehatan agar pandemi semakin terkendali dan level PPKM di daerah dapat segera diturunkan. Semua dimulai dari diri kita sendiri,” papar dia.

    Politikus Partai NasDem itu menjelaskan pemerintah juga terus berupaya mendorong vaksinasi untuk kelompok masyarakat prioritas, seperti lansia dan remaja. Berdasarkan data hingga pukul 18.00 WIB, Rabu, 14 September 2021, realisasi vaksinasi untuk dua kelompok ini masih harus ditingkatkan.

    Realisasi vaksinasi dosis pertama untuk lansia baru 26 persen dari sasaran. Vaksinasi lengkap atau dua dosis untuk lansia baru 18,8 persen dari sasaran.

    Vaksinasi untuk kelompok usia remaja (12-17 tahun) baru 11,93 persen untuk dosis pertama dan 8,19 persen dosis kedua. “Tentunya hal ini menjadi perhatian kita semua, khususnya pemerintah. Kami berharap kita sama-sama bisa membujuk orang tua kita yang lansia untuk menyegerakan vaksinasi, begitu pula anak-anak yang masih remaja agar mereka dapat melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas secara optimal,” ujar dia.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id