PPDB DKI Jakarta

    Legislator Tepis Praktik Jual Beli Kursi di Zonasi Bina RW

    Fachri Audhia Hafiez - 05 Juli 2020 12:24 WIB
    Legislator Tepis Praktik Jual Beli Kursi di Zonasi Bina RW
    Ilustrasi PPDB. Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta: Penambahan kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui Bina Rukun Warga (RW) dikhawatirkan memicu praktik jual beli kursi. Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Iman Satria, memastikan hal itu tak terjadi.

    "Saya rasa enggak juga (ada praktik jual beli kursi). Kita bersama-sama kita monitor nanti," kata Iman dalam diskusi Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'PPDB Amburadul, Mas Menteri Please Muncul', Minggu, 5 Juli 2020.

    Iman meminta pegiat atau pemerhati pendidikan memantau proses seleksi PPDB Bina RW. Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) juga didorong terlibat dalam proses tersebut.

    "Kita lihat umpamanya di RW sini berapa, yang anak-anak yang ada di RW sini, dan berapa daya tampungnya untuk yang sekolah di sini," ucap politikus Gerindra itu.

    Seleksi PPDB Bina RW dinilai bukan solusi jangka panjang. Tetapi proses ini diharapkan mengakomodasi siswa yang belum diterima dan berjarak dekat dengan sekolah negeri.

    (Baca: PPDB Zonasi Bina RW Dianggap Tak Adil)

    "Jadi anak-anak yang tinggal 100 meter atau 200 meter yang berbasis RW dengan sekolahnya tidak ada yang terlewati," ucap dia.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka jalur baru dalam PPDB 2020 yaitu Bina RW. Siswa yang tidak lolos PPDB pada jalur lain diharapkan dapat tertampung melalui jalur itu.

    Kebijakan itu membuat setiap kelas dapat diisi 40 siswa dari sebelumnya 36 siswa. Namun, kebijakan itu dikhawatirkan memunculkan praktik jual beli kursi.

    "(Ini) tidak sesuai karena itu bukan (sebagai) penyelesaian yang solutif dan itu menimbulkan permasalahan baru," Kepala Perwakilan Ombudsman DKI Jakarta Teguh Nugroho dalam konferensi pers, Rabu, 1 Juli 2020.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id