Partai Demokrat Dinilai Sengaja Tak Siapkan AHY di Pilgub DKI

    Cindy - 21 Februari 2021 16:23 WIB
    Partai Demokrat Dinilai Sengaja Tak Siapkan AHY di Pilgub DKI
    Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono/ANT/Asep F



    Jakarta: Partai Demokrat disebut bersiap untuk menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Sejumlah nama disiapkan, namun tak ada Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam daftar.

    Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menilai Partai Demokrat ingin menghilangkan kesan akan memajukan AHY sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Padahal, Qodari menilai harusnya AHY masuk dalam kontestasi kepala daerah Ibu Kota sebelum maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.




    Baca: Emil Dardak Hingga Dede Yusuf Disiapkan untuk Pilgub DKI

    "(Pilpres) 2024 yang akan datang, AHY apa modalnya, poin lebihnya agar bisa maju capres, cawapres. AHY baru punya nilai lebih kalau dia punya jabatan publik, entah itu kepala daerah atau menteri," kata Qodari saat dihubungi, Minggu, 21 Februari 2021.

    Dia mengatakan nama AHY sempat ditawarkan sebagai calon wakil presiden ke Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada perhelatan Pilpres 2019. Namun, tawaran itu tidak direspons kedua calon presiden.

    Menurut Qodari, AHY tak punya pengalaman banyak dalam menjalankan pemerintahan, sehingga tak diterima sebagai calon wakil presiden pada 2019. Qodari menyebut AHY memerlukan 4P, partai, penampilan, panggung dan pengalaman, untuk bisa maju pentas nasional mendatang.

    "2P sudah, partai dan penampilan, partai demokrat punya kursi lumayan di DPR, sementara penampilan AHY cukup karena ganteng dan tinggi," ucap dia.

    Qodari menuturkan AHY tak memiliki panggung atau posisi jabatan publik, serta pengalaman dalam menjalankan pemerintahan. Jabatan Ketua Umum Partai Demokrat yang diemban AHY saat ini tidak cukup mengakomodasi dirinya maju di Pilpres 2024.

    "Bisa saja ketua umum maju Pilpres 2024, tapi kan berat, karena bersifat internal. Walaupun ada capaian prestasi, penilaiannya terbatas komunitas demokrat," ungkap Qodari.

    Lain halnya jika AHY menjadi kepala daerah atau menteri. Kedua posisi tersebut terbukti menjadi panggung politik terbaik bagi calon presiden.

    "Enggak ada pilihan, AHY harus jadi menteri atau kepala daerah baru peluangnya besar untuk pilpres 2024. Bagaimana caranya, mendorong Pilkada 2022 dna maju jadi kepala daerah," kata Qodari. 

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id