Moeldoko: Presiden Jokowi Masih Prorakyat

    Dhika Kusuma Winata - 22 Oktober 2020 04:33 WIB
    Moeldoko: Presiden Jokowi Masih Prorakyat
    Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko. MI
    Jakarta: Kepala Staf Presiden Moeldoko menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus berkomitmen mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan rakyat. Kebijakan itu dapat dilihat di masa sulit ini.

    Moeldoko menyebut pemerintah telah melakukan banyak hal. Namun, semua pihak diminta memahami ada hal yang datang tiba-tiba dan relatif memengaruhi seluruh perencanaan dan sasaran pembangunan, yakni pandemi covid-19.

    "Namun pemerintah tetap optimistis dalam menjalankan pemerintahan dan Pak Jokowi masih memosisikan sebagai pemimpin yang prorakyat," ucap Moeldoko dalam konferensi pers terkait satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2020.

    Moeldoko mengakui banyak pihak tidak optimistis terkait penanganan covid-19 oleh pemerintah. Namun, ia menegaskan pemerintah tetap menjalankan strategi yang tepat dengan menempatkan urusan covid-19 sebagai prioritas.

    Pemerintah juga terus memastikan masyarakat tetap bisa melanjutkan kehidupan dengan menjalankan program jaring pengaman sosial secara masif. Masyarakat juga dijamin tetap bisa berusaha, baik usaha kecil maupun korporasi untuk seminimal mungkin menghindari pengangguran.

    "Optimisme tetap harus kita bangun sebaik-baiknya sehingga kita isi 2020 ini dengan tetap menjalankan program-program yang prorakyat," kata mantan Panglima TNI itu.

    Program prorakyat itu antara lain, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, program bantuan sosial, bantuan produktif, dan berbagai program lainnya. Moeldoko mengatakan penanganan pandemi di Indonesia sudah dijalankan dengan strategi yang tepat.

    Pemerintah tidak melakukan lockdown untuk menyeimbangkan sisi kesehatan dan ekonomi. Dia menuturkan dibandingkan dengan negara maju dengan sumber daya lebih besar, seperti Amerika Serikat, penanganan wabah di Indonesia sudah tepat.

    Ia mencontohkan perbandingaan tenaga dokter di Indonesia dan Amerika berbeda jauh. Namun, jumlah kasus di Indonesia masih jauh lebih sedikit dibandingkan Amerika yang mencapai 8,5 juta.

    Moeldoko menambahkan kontraksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sedalam Amerika yang mencapai -9,1 persen. "Dari sini kita harus yakin bahwa keputusan atau kebijakan yang diambil oleh Presiden sebagai cara yang paling tepat. Tidak melakukan lockdown tapi melakukan pendekatan PSBB adalah sebuah solusi karena antara gas dan rem itu diatur oleh pemda," ujar dia.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id