Indonesia-Korea Jajaki Kerja Sama di Bidang Pendidikan

    Achmad Zulfikar Fazli - 04 Maret 2019 20:20 WIB
    Indonesia-Korea Jajaki Kerja Sama di Bidang Pendidikan
    Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu Presiden Korea International Cooperation Agency (KOICA), Lee Mikyung - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.
    Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan tengah menjajaki kerja sama di bidang pendidikan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

    Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menerima Presiden Korea International Cooperation Agency (KOICA), Lee Mikyung di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.

    “Saya mengucapkan terima kasih atas tawaran kerja sama dari Korea. Kami juga berterima kasih karena Pemerintah Korea telah menerima orang Indonesia untuk belajar dan magang sehingga mendapat banyak ilmu," ujar JK, Senin, 4 Maret 2019.

    JK mengatakan Pemerintah Korea saat ini memang ingin terus mengembangkan investasi di Tanah Air. Mereka juga ingin menyerap banyak tenaga kerja dari Indonesia. Karena itu, pelatihan dan pendidikan dibutukan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. 

    "Saya tahu perusahaan Korea ingin mempekerjakan banyak tenaga kerja Indonesia, sehingga memerlukan keahlian dan pendidikan yang lebih tinggi lagi," ujar JK.

    Indonesia merupakan negara tebesar di ASEAN.  Untuk itu, kerja sama ini dinilai mampu berdampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan negara-negara ASEAN.

    Dalam pertemuan itu JK sempat mengenang kebersamaan Indonesia dan Korea. Kedua negera memiliki pengalaman mengalami krisis yang sama, sehingga kerja sama di antara keduanya menjadi lebih erat.

    Pada 1998, Indonesia dan Korea sama-sama mengalami krisis ekonomi dan melalui krisis itu dengan baik. Karena itu, lanjut JK, kerja sama antara Indonesia dan Korea dapat terus ditingkatkan di berbagai bidang.

    (Baca juga: Lulusan asal Indonesia Tuai Pujian di Korsel)

    Di akhir pertemuan, JK menjelaskan, Indonesia selalu ingin mengembangkan kerja sama dengan negara-negara lain, dan menjaga perdamaian di dunia.

    "Indonesia selalu ingin membantu menciptakan perdamaian di banyak negara, karena itu kerja sama Indonesia dengan KOICA sangat penting agar hubungan kita menjadi lebih erat lagi," tambah Wapres.

    Lee Mikyung menyampaikan KOICA sangat menghargai kerja sama dengan Indonesia. Terbukti, Indonesia dipilih menjadi kantor pertama KOICA di luar negeri. 

    Selain itu, Korea juga turut memberikan bantuan kepada Indonesia saat dilanda bencana di Lombok dan Sulawesi Tengah.

    Lee Mikyung mengaku sudah bertemu Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. Mereka membahas banyak peluang kerja sama antar kedua negara.

    "Saya telah bertemu dengan Menteri Bambang dan berbicara tentang pendidikan tinggi khususnya vokasi. Pihak Korea telah memikirkan untuk membangun pendidikan untuk tenaga kerja Indonesia," terang dia.

    Lee Mikyung menyampaikan Korea sudah memiliki banyak pengalaman di bidang pendidikan vokasi. Korea, kata dia, juga memiliki tenaga ahli yang dapat membantu pengembangannya di Indonesia. 

    Dia berharap kerja sama Indonesia dengan Korea terus berjalan baik. Karena Indonesia dinilai sebagai negara yang berkembang dengan sangat cepat dan memiliki kondisi politik yang stabil.

    Lee Mikyung juga menyampaikan KOICA memiliki pandangan yang sama dengan ASEAN tentang perdamaian. "Kami memiliki prinsip yang sama dengan ASEAN, karena prinsip kami adalah 3P, yaitu People, Peace and Prosperity," ujar dia.

    (Baca juga: Indonesia-Korea Leluasa Lakukan Perdagangan)
     

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id