comscore

Legislator Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Meningkatkan Capaian Vaksinasi

Wandi Yusuf - 03 Februari 2022 01:20 WIB
Legislator Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Meningkatkan Capaian Vaksinasi
ilustrasi vaksinasi/Medcom.id.
Jakarta: Anggota Komisi IX Elva Hartati mengingatkan pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan capaian vaksinasi covid-19. Hal tersebut mendesak dilakukan menghadapi gelombang ketiga covid-19.

"Salah satu kunci keberhasilan berbagai program adalah perluasan kerja sama dan pelibatan semua pihak, begitu juga dengan program vaksinasi covid-19," kata Elva Hartati kepada wartawan, Rabu, 2 Februari 2022.
Menurut dia, pelibatan swasta sangat penting, karena mempunyai sumber daya yang bisa dimaksimalkan untuk akselerasi vaksinasi. Elva menyontohkan, Ekuador menjadi negara dengan tingkat kecepatan vaksinasi terbaik dunia, karena kerja sama yang kuat dengan pihak swasta.

Baca: 128,7 Juta Masyarakat Indonesia Telah Vaksinasi Dua Dosis Per 2 Februari

Pemerintah, kata dia, mesti memperluas dan memperkuat kerja sama vaksinasi dengan swasta. Hal tersebut untuk meningkatkan capaian vaksinasi yang saat ini mencapai 184,68 juta orang.

"Paling sedikit 80 persen populasi mendapatkan vaksinasi dan kelompok rentan seperti lansia menurut saya 100 persen harus divaksinasi," kata dia.

Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Laura Navika Yamani juga menilai kolaborasi sangat perlu dilakukan sejak awal kemunculan pandemi. Laura menilai pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. 

"Banyak unsur yang harus berkolaborasi dan berkomitmen untuk melakukan upaya dalam mempercepat penghentian pandemi covid-19," kata Laura.

Dia mengatakan, vaksinasi diharapkan bisa terus berjalan degan menerapkan prokes ketat. "Naiknya kasus covid-19 bukan menghentikan pemberian vaksin tetapi memperketat prokes sehingga aman tidak berisiko tertular saat pemberian vaksin," kata dia.

Dia mengakui 184,68 juta penduduk yang sudah divaksin tentu telah mencapai target cakupan vaksinasi. "Tetapi 184,68 atau lebih 85 persen ini adalah orang yang masih mendapatkan vaksin dosis 1 dan dosis lengkap baru sekitar 60 persenan. Ini masih menjadi PR pemerintah dalam mengejar target cakupan untuk dosis 2 dan mempercepat pencapaian itu," kata dia.

Badan Intelijen Negara (BIN) salah satu lembaga negara yang terus berkolaborasi dalam menjalankan program vaksinasi. BIN terus memperluas kolaborasi dalam upaya mengejar target vaksinasi nasional.
 
 

Deputi Bidang Intelijen Luar Negeri, Badan Intelijen Negara, Mayjen TNI Agoes Joesni mengatakan, keberhasilan vaksinasi ini dilakukan atas kerja sama berbagai pihak, tak terkecuali BIN. Capaian ini pun sejalan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dia menceritakan, sebelum covid-19 di awal 2020 masuk ke Indonesia, BIN sudah mengamati fenomena ini sejak kasus di Wuhan. Karena itu langkah mitigasi pun kala itu telah disampaikan ke pemerintah.

Dia mengatakan, sebagai lembaga yang diamanatkan oleh undang-undang punya peran pencegahan dan deteksi dini terhadap berbagai ancaman, BIN sudah melakukan pencegahan. Salah satunya, penggunaan masker yang dilontarkan oleh BIN yang disampaikan pada pemerintah.

Kemudian, membuat aplikasi untuk mendeteksi kedisiplinan menggunakan masker dan sebagainya, melakukan sosialisasi dan narasi untuk melawan hoaks seputar vaksinasi. BIN juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan membuat sertifikat vaksinasi karena semua orang yang telah divaksinasi harus bisa dideteksi, hingga penyediaan vaksin serta fasilitas penunjangnya. 

Deputi bidang Intelijen Ekonomi BIN, Made Kartikajaya, menjelaskan BIN memiliki tim penanganan covid-19 dan sejatinya bertugas menyediakan vaksin di seluruh Indonesia. Sebagai penanggung jawab koordinasi dilakukan dengan Kemenkes, Dinas Kesehatan di daerah, di awal pertama vaksinasi dilakukan sejak 14 Juli 2020.

(ADN)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id