comscore

Pemerintah Tepis Kabar Kuota Haji Indonesia Dipangkas 50%

Media Indonesia - 15 Februari 2022 17:29 WIB
Pemerintah Tepis Kabar Kuota Haji Indonesia Dipangkas 50%
Suasana haji di tengah pandemi. Foto: AFP
Jakarta: Beredar kabar kuota jemaah haji Indonesia 2022 dipangkas hingga 50 persen. Direktorat Jendral Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief menampik hal tersebut.

"Itu enggak benar, masih belum ada info resmi," ujar Hilman saat dihubungi, Selasa, 15 Februari 2022.
Ia menjelaskan belum ada keputusan apa pun terkait kuota haji dari pihak kerajaan Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi tahap pembahasan mengenai pemberian jumlah kuota bagi negara pendatang melaksanakan ibadah ke Tanah Suci.

Hilman menyebut akan segera melakukan rapat kerja dengan Komisi VIII terkait keputusan dan pelaksanaan haji tahun ini. Pada rapat terakhir, DPR bersama pemerintah memastikan akan berupaya maksimal agar kuota jemaah haji Indonesia tahun ini tidak dikurangi. Sebanyak 220 ribu jemaah Indonesia dijadwalkan menunaikan ibadah haji tahun ini

"Tentu dengan kondisi dua tahun belakangan di mana jamaah tidak dapat menunaikan ibadah ditanah suci maka jumlah antrean haji semakin bertambah. Agar jumlah antrean tidak terus bertambah, maka kami di DPR terus mendorong agar kuota jemaah haji bisa secara penuh diberangkatkan," papar Husni.

Baca: Jokowi Ingatkan Produsen Ekspor Menjaga Kualitas

Husni menyampaikan masalah dana biaya haji juga menjadi fokus utama. Pandemi covid-19 mengakibatkan biaya jemaah berangkat ke Tanah Suci juga bertambah karena harus karantina, tes swab polymerase chain reaction (PCR) dan lainnya. 

"Maka dengan begitu otomatis biaya juga akan bertambah," ucap politikus Partai Gerindra itu.

Ia mengusulkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggratiskan tes PCR di dalam negeri bagi jemaah haji. Hal ini dinilai bisa mengurangi beban biaya jemaah.

"Kami di DPR pun terus berupaya agar kenaikan biaya haji tidak terlalu tinggi. Bahkan kalau bisa menyamai ONH (Ongkos Naik Haji) di tahun 2020," ungkap Husni.

Menurut dia, sejauh ini Arab Saudi memastikan tetap membuka penyelenggaraan ibadah haji. Namun, akan dipilih negara mana saja yang boleh dan tidak mengirimkan jemaahnya.

"Indonesia sejauh ini menjadi salah satu negara yang penanganan covid-19 cukup baik. Tentu ini menjadi faktor penting Indonesia tetap diperbolehkan untuk mengirimkan jemaahnya untuk menjalani ibadah haji," ujar Husni.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id