comscore

Kemenag Revisi KMA Terkait Biaya Perjalanan Umrah

Anggi Tondi Martaon - 30 November 2021 12:24 WIB
Kemenag Revisi KMA Terkait Biaya Perjalanan Umrah
Menag Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Kemenag/Humas
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) melakukan berbagai persiapan pelaksanaan ibadah umrah. Salah satunya, merevisi dua Keputusan Menteri Agama (KMA).

Aturan yang direvisi, yaitu KMA Nomor 719 Tahun 2020 tentang Pedoman Perjalanan Ibadah Umrah Selama Pandemi Covid-19 dan KMA Nomor 777 Tahun 2020 tentang Biaya Perjalanan Umrah. Revisi dilakukan agar biaya yang ditetapkan tak memberatkan calon jemaah umrah.

 



"Sebagaimana disampaikan pimpinan rapat bahwa biaya umrah harus dikaji ulang dievaluasi agar tidak memberangkatkan jemaah," kata Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi VIII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 30 November 2021.

Persiapan lain, yaitu melakukan kordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Koordinasi terkait finalisasi teknis operasional penyelenggaraan ibadah umrah menyangkut kesiapan Indonesia.

"Skenario keberangkatan jemaah, prosedur apply visa umrah, dan pemaketan layanan bagi jemaah umrah yang tadi disinggung oleh ketua Komisi VIII (Yandri Susanto)," kata dia.

Selanjutnya, Kemenag melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Satgas Covid-19 dalam rangka persiapan penyelenggaraan umrah. Terutama, dalam hal perkembangan vaksinasi bagi jamaah umrah.

Kemenag juga mengupayakan pengintegrasian Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) Kemenag dengan aplikasi PeduliLindungi Kemenkes. Hal ini perlu dilakukan agar akses data, data QR Code, dan sertifikat vaksin covid-19 terintegrasi dengan baik.

"Proses integrasi data ini sudah dalam tahap finalisasi dan tahap digunakan apabila jemaah umrah Indonesia diberangkatkan nanti," kata dia.

Baca: Ini Syarat Calon Jemaah Bisa Melaksanakan Umrah Tanpa Karantina

Kemudian, Kemenag juga melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kemenkumham, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, otoritas Bandara Sukarno Hatta, dan maskapai penerbangan. Koordinasi dilakukan dalam rangka persiapan pemberangkatan jemaah umrah di masa pandemi melalui bandara Soekarno-Hatta.

Selain itu, Kemenag melakukan pembahasan dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Pembahasan terkait penerapan one gate policy agar sistem pengendalian pemberangkatan jemaah umrah dilakukan secara terpusat.

"Di mana proses pemeriksaan kesehatan tes pcr swab pengecekan status vaksinasi ke imigrasian pengurusan dokumen perjalanan lainnya dan skema pemberangkatan jemaah di bawah satu pintu di bawah Kemenag," ujar dia.

Menurut dia, pemeriksaan kesehatan calon jemaah akan dilakukan secara terpusat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Pasalnya, fasilitas yang dimiliki lebih lengkap.

"Sehingga, dapat digunakan sebagai tempat skrining kesehatan dan proses karantina jemaah umrah sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi melalui Bandara Soekarno-Hatta," kata dia.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id