comscore

Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Perbaiki Tata Kelola Distribusi Vaksin

Cahya Mulyana - 19 November 2021 13:35 WIB
Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Perbaiki Tata Kelola Distribusi Vaksin
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto: Dok pribadi
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) mendorong tata kelola distribusi vaksin ke sejumlah daerah segera diperbaiki dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini untuk menghindari meningkatnya jumlah vaksin covid-19 yang kedaluwarsa.

"Masa layak pakai yang relatif pendek dari vaksin covid-19 yang ada menuntut para pemangku kepentingan bekerja lebih cermat  dengan tata kelola yang jauh lebih baik," kata Rerie dalam keterangan tertulis, Jumat, 19 November 2021.
Menurut Lestari, ketersediaan vaksin dan jumlah orang yang siap divaksinasi di daerah perlu disinkronkan. Pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah perlu membangun komunikasi yang intens sehingga tidak ada lagi vaksin yang terbuang.

Rerie menilai adanya vaksin yang terbuang karena kedaluwarsa sebagai kondisi yang ironis. Pasalnya, cakupan vaksinasi nasional masih harus ditingkatkan. Selain itu,  jumlah vaksin covid-19 di dunia masih terbatas.

Baca: 4.000 Dosis Vaksin di DAS Barito Kalteng Kedaluwarsa

Berdasarkan laman vaksin.kemkes.go.id hingga Kamis, 18 November 2021, pukul 18.00 WIB, 132,3 juta dari 208 juta (63,52 persen) target vaksinasi sudah mendapatkan vaksin dosis pertama. Dari angka itu, 86,5 juta (41,54 persen) sudah menerima vaksin dosis kedua.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu meminta pemangku kepentingan menyikapi terbuangnya vaksin karena kedaluwarsa dengan serius. Bila masalah ini muncul di sejumlah daerah, Rerie khawatir kepercayaan negara lain untuk menghibahkan vaksin covid-19 akan terkikis.

Vaksin untuk Indonesia


Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id