Musabab Demokrat, PAN, dan PKS Tak Ada di Koalisi

    Ilham Pratama Putra - 15 November 2019 12:59 WIB
    Musabab Demokrat, PAN, dan PKS Tak Ada di Koalisi
    Pengamat politik dari Universitas Padjajaran (Unpad), Muradi. Foto: Reno Esnir/Antara
    Jakarta: Pengamat politik Universitas Padjajaran (Unpad), Muradi, menyebut Presiden Joko Widodo sempat melirik Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat. Namun, kedua partai menutup diri untuk bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin.

    "Saya kira kenapa enggak (bergabung), kalau PAN dan Demokrat mau. Masalahnya mereka sendiri yang tidak membuka ruang itu," kata Muradi kepada Medcom.id di Jakarta, Jumat, 15 November 2019.

    Menurut dia, sikap Demokrat sendiri yang menjadi penyebab merea gagal bergabung dengan koalisi pemerintah. Dia menilai Demokrat tak mau disetir dalam mengajukan nama calon menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf.

    "Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) penginnya AHY (Agus Harimurti Yudhoyono), sementara Pak Jokowi penginnya kader yang lain. Tapi itu enggak direspons lagi oleh Demokrat," kata dia.

    Demokrat seharusnya bisa lebih melunak. Pasalnya, bergabung dengan koalisi mampu meningkatkan eksistensi Demokrat. 

    "Satu-satunya kemudian yang membuat mereka tetap eksis ya di pemerintahan. Padahal, secara ideologis enggak ada masalah ya kan," jelas dia.

    Sedangkan PAN gagal masuk koalisi karena faktor ideologi. Lebih dari itu adalah sosok Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais. "Urusan Amien dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf belum clear," kata Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan itu.

    Bagaimana dengan PKS? "Kalau PKS pengecualian. PKS tidak dalam kondisi yang firm untuk diajak berkoalisi. PKS memang enggak nyambung dengan garis politiknya Pak Jokowi. Jadi, memang enggak ada pilihan. Cuma satu, jadi oposisi," pungkas Muradi.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id