Kader Golkar Daerah Merasa Kehilangan Sosok Pemimpin

    Medcom - 20 November 2019 22:46 WIB
    Kader Golkar Daerah Merasa Kehilangan Sosok Pemimpin
    Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (kanan) dan Ketua MPR Bambang Soesatyo. Foto: Antara/Nova Wahyudi.
    Jakarta: Salah seorang kader senior Partai Golkar, Freddy Latumahina, memberikan kritik terhadap kepemimpinan Airlangga Hartarto. Menurutnya, perolehan suara Golkar di bawah Airlangga cenderung menurun. 

    "Tiga tahun Airlangga memimpin partai, suara turun. Daerah-daerah kehilangan ketokohan Golkar. Jadi, bukan hanya di tingkat nasional," kata Freddy, Rabu, 20 November 2019.

    Ia mengatakan wajar kalau banyak kader di daerah tidak menginginkan Airlangga kembali menjadi ketua umum Golkar. Freddy meyakini kader yang betul-betul mencintai Golkar pasti akan bersuara melihat kondisi partai saat ini. 

    Dia memastikan desakan dari para senior agar Airlangga tidak lagi memimpin Golkar bukan karena masalah pribadi. Melainkan, agar Golkar selamat menjalani agenda politik selanjutnya.

    Pada Pileg 2019, suara Golkar berada di peringkat ketiga dengan perolehan 17.229.789 suara atau 12,31 persen. Di atasnya ada Partai Gerindra dan PDI Perjuangan. Padahal, saat Pileg 2014, Golkar meraih 18.432.312 suara atau 14,75 persen.

    "Harus ada perubahan. Ganti semua dengan orang baru yang sudah terbukti," tegas Freddy.

    Freddy menjatuhkan pilihan kepada Bambang Soesatyo (Bamsoet). Walaupun belum mendeklarasikan diri siap mencalonkan diri, ia melihat Bamsoet layak didukung menjadi ketua umum. 

    "Bamsoet punya jejak sangat panjang dalam berorganisasi. Dia juga terbuka dengan semua kalangan," katanya.

    Selama dua tahun, tambah dia, Bamsoet disebut sukses memimpin DPR. "Semua berjalan dengan baik. Keputusan diambil dengan musyawarah mufakat. Produksi undang-undang berjalan dengan baik," terang Freddy.

    Saat ini, Bamsoet menjabat Ketua MPR. Menurut Freddy, jabatan ini bisa melekat pada Bamsoet bukan karena namanya disodorkan oleh Golkar, tapi lebih karena ketokohan dan prestasinya selama di DPR. Melalui musyawarah mufakat, fraksi-fraksi di MPR setuju Bamsoet sebagai ketua.

    Freddy berharap DPD I objektif menilai kondisi Golkar saat ini. Tantangan yang akan dihadapi Golkar ke depan akan semakin berat. Karena itu, Golkar butuh sosok pemimpin yang bisa merangkul semua kader, berjuang bersama meraih suara yang hilang di Pileg 2019.

    Selain Freddy, tokoh senior Golkar yang mendukung Bamsoet menjadi ketua umum ada MS Hidayat, Marzuki Darusman, Pontjo Sutowo, dan Paskah Suzetta.




    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id