Sampah Beracun akan Dikembalikan

    Antara - 11 September 2019 08:22 WIB
    Sampah Beracun akan Dikembalikan
    Warga memperlihatkan salah satu sampah plastik impor di TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 9 Agustus 2019. Foto: Antara/Risky Andrianto
    Jakarta: Pemerintah akan memeriksa ada atau tidaknya limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) pada ratusan kontainer sampah impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, untuk dikembalikan. Sejauh ini belum ada tindak lanjut pengembalian sampah-sampah itu.

    "Belum ada tindak lanjutnya," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, di Jakarta, Selasa, 10 September 2019.

    Meski demikian, KLHK terlebih dahulu akan memeriksa sampah impor yang masuk ke Indonesia bersama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Apabila ada sampah yang mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun, perusahaan yang mengimpor harus memulangkannya ke negara asal.

    Mekanisme impor limbah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31/M DAG/PER/5/2016 tentang Ketentuan Impor Limbah Nonbahan Berbahaya dan Beracun. Pada aturan tersebut dikatakan impor sampah bisa dilakukan asalkan tidak mengandung limbah B3.

    Vivien sebelumnya sempat menyampaikan Kementerian LHK mengusulkan agar permendag direvisi. Menteri LHK Siti Nurbaya menyurati Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita supaya regulasi lebih terperinci mengatur limbah non-B3 yang bisa diimpor ke Indonesia. Dengan demikian, tidak ada lagi celah penyelundupan limbah secara ilegal dari negara lain ke Indonesia.

    Limbah impor mengandung B3 sebelumnya ditemukan di Pelabuhan Batam, Kepulauan Riau dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Saat ini sebagian besar sudah dilakukan reekspor ke negara asal.

    Maraknya impor sampah ke Indonesia karena negara-negara Barat sudah kewalahan mengelola sampah mereka sendiri. Kamboja, Indonesia, Malaysia, dan Filipina kini memutuskan untuk mereekspor ratusan kontainer yang berisi limbah plastik ilegal ke Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Hong Kong, dan Amerika Serikat.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id