• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 21 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.147.901

Bawaslu Nilai Iklan Pemerintah di Bioskop bukan Kampanye

Faisal Abdalla - 14 September 2018 18:44 wib
Kotak suara. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Kotak suara. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jakarta: Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin menilai iklan pemerintah soal pembangunan 65 bendungan yang diputar di bioskop bukan pelanggaran kampanye. Hal itu adalah sosialisasi kinerja pemerintah. 

"Itu sosialisasi karena masa kampanye belum dimulai, calon belum ditetapkan, tetapi yang paling penting bioskop itu bukan media penyiaran," kata Afif ditemui di kantornya, Jumat, 14 September 2018. 

Afif mengatakan Bawaslu hanya bisa menindak pelanggaran kampanye apabila metode kampanye dilakukan melalui media penyiaran yang tidak mengikuti aturan. Yang tergolong media penyiaran adalah televisi dan radio. 

Dia mengaku sudah mendapatkan konfirmasi langsung dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bila bioskop tidak tergolong media penyiaran. Media penyiaran, kata dia, adalah media yang menggunakan frekuensi publik. 

"Kalau ranahnya ke media nonpenyiaran kita cek dulu ada celah hukumnnya atau tidak. Iklan di bioskop itu kan berbayar," jelas Afif. 

Menurut dia, polemik iklan pencapaian pemerintah di bioskop sama dengan fenomena #2019GantiPresiden. Keduanya sama-sama tidak bisa digolongkan sebagai kampanye.

"Kalau kita mau mendorong itu ya jadinya imbauan moral bagaimana kedua belah pihak sama-sama bisa menahan diri. Sama dengan fenomena tagar itu kira-kira," jelas Afif. 

Baca: Prabowo-Sandi Diminta tak Mempolitisasi Mak-mak

Iklan layanan masyarakat terkait pembangunan 65 bendungan yang diputar di bioskop-bioskop menuai polemik. Kubu oposan menyebut iklan itu sebagai bentuk kampanye Jokowi. Mereka meminta iklan itu dicopot.

Sementara itu, Istana Kepresidenan mengatakan iklan itu adalah penyampaian hasil kerja pemerintah di era Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Iklan itu juga diproduksi Kementerian Komunikasi dan Informatika, bukan Istana. 

"Jadi, dari kacamata Istana, itu adalah komunikasi pembangunan yang memang perlu dilakukan pemerintah agar masyarakat mengetahui hasil-hasil pembangunan dan dapat memanfaatkannya untuk kehidupan sehari-hari," kata Staf Khusus Presiden Adita Irawati kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 13 September 2018


(OGI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.