SBY Dinilai Terlalu Reaktif

    Fachri Audhia Hafiez - 02 Februari 2020 15:42 WIB
    SBY Dinilai Terlalu Reaktif
    Diskusi Crosscheck by Medcom.id bertajuk 'SBY Bicara Jiwasraya, Baper?'. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Presiden ke-VI RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai terlalu reaktif menanggapi isu dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Terlebih persoalan itu disinggung di era pemerintahan SBY.  

    "Bagi saya kalau nggak berbuat itu diam aja, kan tenang aja, stay cool saja ya, keep silent. Kalau saya dituduh contohnya saya presiden umpama, terus saya dituduh begini kalau saya enggak melakukan kenapa harus reaksi?," kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, dalam diskusi Crosscheck by Medcom.id bertajuk 'SBY Bicara Jiwasraya, Baper?' di Upnormal Coffee and Roasters, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 2 Februari 2020.

    Jerry menilai SBY punya kekhawatiran berlebih. Padahal, dia menilai penyebutan kasus Jiwasraya bermasalah sejak 2006, bukan berarti merujuk pada seorang kepala negara yang tengah menjabat pada periode itu. 

    "Pemimpin jangan terlalu sensitif. Maskulin itu kelaki-lakian jantan gitu loh. Jangan sampai jiwa feminisme itu muncul gitu," ujar Jerry.

    Jerry menegaskan sikap SBY sejatinya bisa dibuktikan dengan sikap Partai Demokrat yang bersikukuh dibentuknya panitia khusus (pansus) Jiwasraya. Sedangkan, DPR telah membentuk panitia kerja (panja) Jiwasraya di Komisi VI dan Komisi XI. Komisi III juga akan membentuk panja untuk mengawasi proses hukum Jiwasraya di Kejaksaan Agung.

    "Dia (SBY) barangkali ini coba untuk menyatakan kami tidak bersalah, partai kami tidak bersalah, maka dorong pansus. Itu pada intinya ke sana kan? Dia mendorong agar dilakukan pansus, memang Partai Demokrat getol ini," ujar Jerry.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id