Buruh Ingin Draf Omnibus Law Dibahas Transparan

    Yurike Budiman - 12 Februari 2020 02:23 WIB
    Buruh Ingin Draf Omnibus Law Dibahas Transparan
    Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea meminta pembahasan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dibahas terbuka. Draf tak boleh bersifat tertutup lantaran menyangkut nasib buruh. 

    "Kalau memang omnibus law tidak merugikan, kita buka sama-sama, kita bahas bersama-sama," kata Andi Gani, di Rakernas dan Seminar Ommibus Law, Selasa, 11 Februari 2020.

    Menurut dia, jika pembahasan draf omnibus law tersembunyi justru akan membuat pihak buruh curiga. Makanya, kata dia, pemerintah tak perlu ragu mengajak elemen buruh turut serta membahas RUU Cipta Lapangan Kerja.

    "Tidak perlu ragu atau takut untuk mengungkapkan isi Omnibus Law itu sendiri. Kalau tersembunyi seperti ini kan banyak kecurigaan akhirnya," ujar dia.

    Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memastikan akan melibatkan para buruh dalam menyusun daftar inventarisasi masalah (DIM). Buruh dinilai paling kena dampak atas penyederhanaan regulasi itu.

    "Nanti teman-teman pekerja, kita akan bikin tim kecil silakan dibuat daftar inventarisasi masalahnya," tutur Sufmi dalam sambutannya di Hotel Grand Cempaka, Selasa, 11 Februari 2020.





    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id