RUU Ciptaker Dorong Penanaman Modal Domestik

    M Sholahadhin Azhar - 28 Mei 2020 14:37 WIB
    RUU Ciptaker Dorong Penanaman Modal Domestik
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Pakar hukum Universitas Indonesia Teddy Anggoro menyebut Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja (RUU Ciptaker) berdampak positif bagi iklim investasi. Tak hanya mengakomodasi modal asing, bakal beleid itu juga mendorong investasi dari dalam negeri.

    “RUU Cipta Kerja ini bukan hanya berbicara tentang investasi asing, bukan hanya berbicara tentang korporitari investment, tapi juga bicara tentang domestic investment,” ujar Teddy saat dihubungi, Kamis, 28 Mei 2020.

    RUU Ciptaker dianggap memudahkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi badan usaha. Misalnya, tidak perlu notaris bagi UMKM menjadi badan usaha dan penyederhanaan kepemilikan perseroan terbatas.

    “Kan selama ini mendirikan perseoran terbatas mesti dua orang. Kita mesti cari orang,” ujar dia.

    Dengan aturan ini, pelaku UMKM tak perlu mencari orang untuk membentuk badan usaha.  Teddy mencontohkan modal domestik yang tertanam, ketika anak muda mendirikan startup.

    Para pemula bisa membentuk perseoran terbatas (PT) karena kemudahan dari aturan ciptaker. Dampaknya, perkembangan usaha menjadi lebih mudah dan berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. 

    Menurut dia, DPR harus melanjutkan pembahasan RUU tersebut. Apalagi klaster ketenagakerjaan yang sempat menjadi polemik sudah ditunda pembahasannya oleh Presiden Joko Widodo.

    “Mereka harus kerja. Mengerjakan semua yang sudah masuk prolegnas dan juga yang urgen di luar prolegnas,” ujar Teddy.

    Baca: NasDem Minta Pemerintah Cabut Klaster Ketenagakerjaan RUU Ciptaker

    Pemerintah diminta mempertimbangkan mencabut klaster ketenagakerjaan dari Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker). Pencabutan itu akan lebih konklusif dibanding hanya menunda pembahasan.
     
    “Fraksi NasDem menyatakan apresiasi atas pernyataan Presiden Joko Widodo untuk menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan. Namun bagi NasDem, pernyataan tersebut masih akan menyisakan potensi resistensi dari kalangan pekerja terhadap RUU Ciptaker,” kata Ketua Fraksi NasDem Ahmad Ali lewat keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu, 25 April 2020.
     
    NasDem berpandangan klaster ketenagakerjaan tak relevan dengan tujuan pembentukan aturan yang ingin memangkas tumpang tindih regulasi dan menyederhanakan peraturan. Klaster ini juga membuat proses pembahasan salah satu omnibus law menjadi tidak kondusif, utamanya soal debirokratisasi perizinan dan keleluasaan berinvestasi di Tanah Air.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id