Legislator: Pemda Jangan Teriak Setelah Stok Vaksin Menipis

    Anggi Tondi Martaon - 31 Juli 2021 09:04 WIB
    Legislator: Pemda Jangan Teriak Setelah Stok Vaksin Menipis
    Anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai NasDem, Nurhadi. Dok Istimewa



    Jakarta: Pemerintah daerah (pemda) diminta proaktif menyampaikan stok vaksin covid-19. Dengan begitu, ketersediaan vaksin selalu aman.

    "Jangan sampai ketika stok hampir atau sudah habis baru teriak," kata anggota Komisi IX Nurhadi kepada Medcom.id, Sabtu, 31 Juli 2021.

     



    Politikus Partai NasDem itu mengkritisi koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Kedua belah pihak harus lebih responsif terkait pemenuhan stok vaksin.

    Eks anggota Komisi VIII itu menyebut penanganan covid-19 tak hanya membutuhkan kerja keras. Penanganan covid-19 juga membutuhkan kerja cepat.

    "Lengah sedikit saja, virus sudah menjalar ke mana-mana dan bisa menulari siapa saja," ungkkap dia.

    Dia menegaskan percepatan vaksinasi adalah kebutuhan mutlak yang harus segera dilaksanakan. Sehingga, upaya membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity segera tercapai.

    "Dan risiko bagi yang tertular bisa diminimalisir," sebut dia.

    Baca: Vaksin Diyakini Bisa Angkat Keterpurukan Ekonomi Akibat Covid-19

    Selain itu, dia mengkritisi kinerja pemerintah dalam pengadaan vaksin. Sejumlah daerah mengeluhkan keterbatasan stok.

    "Keterbatasan stok vaksin di Jepara, Medan, dan di beberapa daerah lainnya menunjukkan fakta yang bertolak belakang dengan yang disampaikan pemerintah bahwa stok vaksin aman," ujar dia.

    Sebelumnya, sejumlah daerah mengeluhkan keterbatasan stok vaksin. Teranyar, keluhan itu disampaikan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

    Sisa vaksin covid-19 di Kabupaten Jepara, sebanyak lima ribu dosis per 30 Juli 2021. Jumlah tersebut diprediksi akan habis dalam dua hari ke depan.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id