SBY Akhirnya Turun Gunung

    Anggi Tondi Martaon - 25 Februari 2021 00:24 WIB
    SBY Akhirnya Turun Gunung
    Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)/Istimewa.



    Jakarta: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya ikut terlibat dalam polemik yang tengah dihadapi oleh Partai Demokrat. Hampir setahun lebih sesepuh partai lambang bintang mercy itu memantau pergerakan organisasi dari singgasana Majelis Tinggi Partai.

    "Sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai, saya harus turun gunung," kata SBY dalam cuplikan video yang disebarkan DPP Demokrat, Rabu, 24 Februari 2021.






    Mantan Ketua Umum (Ketum) Demokrat itu memilih tidak terlalu aktif dalam kegiatan kepartaian. Khususnya, setelah SBY menyerahkan kepemimpinan partai ke Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai Kongres Demokrat dilakukan pada Maret 2020.

    Baca: Teranyar, Nama Kepala BIN dan Kapolri Diseret ke Polemik Demokrat

    Namun, mantan Presiden Indonesia itu mulai tidak tenang. Posisi putra sulungnya di kepengurusan Demokrat tengah digoyang. Upaya tersebut dilakukan oleh pihak eksternal, yaitu Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

    Moeldoko ingin menjadi Ketum Demokrat. Moeldoko bekerja sama dengan eks dan segelintir kader yang menamakan diri Forum Pendiri dan Senior Partai Demokrat. Tujuan komplotan tersebut yaitu menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). 

    "Namun kali ini, saya akan menghadapi gerakan ini," ungkap suami (almarhumah) Ani Yudhoyono tersebut.

    Dia tak rela ketentraman kepengurusan anaknya diganggu. Padahal, kepengurusan saat ini tengah berjuang mengembalikan kebesaran Demokrat.

    Mantan Presiden Indonesia itu bahkan berjuang sekuat tenaga membantu partai. Dia akan membentengi partai menghadapi gerakan Moeldoko Cs tersebut.

    "Insya Allah sepanjang hayat dikandung badan, saya akan tetap menjadi kader Partai Demokrat dan akan menjadi benteng dan bhayangkara partai ini," sebut dia.

    Dia beranggapan, gerakan yang awalnya disebut kudeta itu bakal berhenti setelah dibuka ke publik pada 1 Februari 2021. Ternyata tidak. Kelompok Moeldoko tetap melancarkan aksinya secara diam-diam.

    Tak hanya mengincar pemilik suara yaitu Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC), gerilya yang dilakukan juga menargetkan tokoh berpengaruh di partai lambang bintang mercy tersebut.

    "Tetapi siapapun yang mau diiming-imingi sejumlah imbalan dan janji-janji yang menggiurkan," sebut dia. 

    Dia pun meminta agar para kader tetap menjaga kekompakan. Apalagi, menghadapi kekuatan gerakan yang disokong oleh dana besar dan sokongan politik yang kuat.

    "Kita tidak boleh gentar. Jangan takut. Kita berada di jalan yang benar," tegas dia.

    Dia pun menyatakan perang terhadap pihak yang berusaha mengganggu kedamaian internal partai. Pihak yang terlibat harus ditindak tegas.

    "Usir orang-orang itu," sebut dia.

    Selain itu, dia meminta agar kader tetap tenang menghadapi kompolotan tersebut. Mereka diimbau melakukan perlawanan yang baik dan benar.

    "Jangan melakukan tindakan yang melebihi kepatutannya, misalnya melakukan kekerasan, atau main hakim sendiri," ujar dia.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id