Menteri Siti Sebut Sektor Pengelolaan Sampah dan Limbah Tahan Banting

    Siti Yona Hukmana - 22 Februari 2021 13:13 WIB
    Menteri Siti Sebut Sektor Pengelolaan Sampah dan Limbah Tahan Banting
    Ilustrasi pengelolaan sampah. Medcom.id



    Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengajak masyarakat mengelola sampah menjadi bernilai jual. Sebab, sektor usaha ini menjadi salah satu yang tak terdampak krisis akibat pandemi covid-19.

    "Karena, bidang pengelolaan sampah adalah salah sektor usaha yang tahan banting (resilient) selama pandemi covid-19," kata Siti dalam acara puncak Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021, Jakarta, Senin, 22 Februari 2021.




    Data perekonomian Indonesia kuartal III 2020 Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 7 dari 17 lapangan usaha mengalami pertumbuhan yang positif meskipun melambat. Yakni, informasi dan komunikasi; pertanian; administrasi pemerintahan; jasa pendidikan; real estate; jasa kesehatan; serta pengadaan air, pengelolaan sampah, dan limbah.

    Siti mengatakan sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, dan limbah merupakan sektor yang tumbuh sangat tinggi. Pertumbuhan sektor usaha ini bahkan mencapai 6,04 persen di tengah pandemi.

    "Ini merupakan kabar baik bagi pengelolaan sampah di Indonesia," ujar Menteri LHK.

    Baca: Pengelolaan Limbah Masker Harus Dimulai dari Rumah

    Siti menuturkan secara umum pola penanganan sampah di Indonesia selama ini hanya melalui tahapan paling sederhana berupa kumpul, angkut, dan buang. Menurut dia, pola itu sedang mengalami evolusi, perubahan mendasar, bertahap, dan sistematis. Hal ini terjadi di seluruh belahan dunia.

    Selain itu, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengamanatkan perubahan tata kelola sampat. Cara lama menjadi metode pengurangan di sumber (reduce at source) dan daur ulang sumber daya (resources recycle).

    "Pengolahan dan pemanfaatan sampah menjadi sumber daya, baik sebagai bahan baku maupun sumber energi terbarukan, serta pemrosesan akhir sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) yang berwawasan lingkungan," ungkap Siti.

    Dia berharap HPSN 2021 dapat menjadi platform memperkuat posisi sektor pengelolaan sampah sebagai pendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia. Sekaligus mewujudkan salah satu prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan, yaitu melalui pelaksanaan ekonomi sirkular dan sampah menjadi sumber energi alternatif.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id