RUU Ciptaker Dinilai Terlalu Dipaksakan

    Theofilus Ifan Sucipto - 12 Juli 2020 22:13 WIB
    RUU Ciptaker Dinilai Terlalu Dipaksakan
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) dinilai terlalu dipaksakan. Pembuatan UU satu jagat itu juga disebut salah kaprah.

    "RUU Ciptaker ini sesuatu yang dipaksakan jadi wajib hukumnya kita tolak," kata Direktur Eksekutif Kemitraan, Laode M Syarif dalam diskusi virtual di Jakarta, Minggu, 12 Juli 2020.

    Laode menyebut pembuatan UU sapu jagat memang dilakukan oleh beberapa negara. Namun, sistemnya berbeda dengan Indonesia yang menggabungkan semua topik mulai dari perizinan, investasi, perburuhan, hingga lingkungan.

    "Semua dicampur aduk jadi satu sehingga untuk mendapat sesuatu yang terarah sangat susah," ujar mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

    Baca: Penambahan Kewenangan Polri Dalam RUU Ciptaker Dikritisi

    Laode mengatakan pembentukan RUU Ciptaker tidak transparan sejak awal. Bahkan, publik sempat kesulitan mendapat naskah yang resmi.

    Selain itu, kata Laode, banyaknya poin pembahasan dalam RUU Ciptaker menyulitkan publik mengawal prosesnya. Dia khawatir ada poin yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat.

    "Karena mengonsolidasikan puluhan peraturan perundang-undangan sehingga bisa hampir luput dari diskursus publik," ucap dia.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id