• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.058.936.361

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Wapres Kalla Sebut Proteksionisme Mulai Ancam Keterbukaan

Dheri Agriesta - 12 Juni 2018 15:34 wib
Wakil Presiden Jusuf Kalla--Antara/Wahyu Putro
Wakil Presiden Jusuf Kalla--Antara/Wahyu Putro

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla berpidato dalam Konferensi Internasional ke-24 tentang masa depan Asia di Tokyo, Jepang. Dalam pidatonya, Kalla menyoroti proteksionisme yang diterapkan beberapa negara.

“Keterbukaan ini sekarang mendapat tantangan dari beberapa pandangan baru yang dibangun atas dasar pertimbangan internal suatu negara dan nilai-nilai yang dianut oleh negara itu sendiri. Proteksionisme dan unilateralisme semakin berkembang,” kata Kalla di Imperial Hotel, Tokyo, Jepang, Selasa, 12 Juni 2018.

Padahal, keterbukaan dinilai berperan penting dalam mendukung kerja sama antarnegara dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian. Stabilitas, kata Kalla, merupakan syarat penting terciptanya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan.

"Sedangkan kesejahteraan akan menjadi adanya stabilitas nasional maupun internasional," ucap Kalla.

Baca: JK Jadi Pembicara Utama Konferensi Perdamaian & Keamanan

Kalla mencontohkan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meninggalkan Kemitraan Trans-Pasifik dan Kesepakatan Paris. Amerika Serikat juga melakukan perang dagang dengan sejumlah negara.

Pria asal Makassar itu juga menyoroti pendekatan unilateral yang diambil Amerika Serikat dalam menyelesaikan masalah di Timur Tengah. Salah satu kebijakan paling kontroversial adalah pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Yerusalem, Israel.

"Membuat perdamaian di Palestina semakin sulit terwujud dan meningkatkan ketegangan di seluruh dunia," terang Kalla.

Kalla menilai kebijakan Amerika Serikat itu akan mencederai komitmen global yang telah dibangun puluhan tahun. Ia menambahkan nilai-nilai seperti demokrasi, keterbukaan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan, semakin pudar. Dunia semakin terkotak-kotak secara ekonomi dan politik.

“Singkatnya, masalah-masalah baru muncul sebelum masalah-masalah lama terselesaikan. Dunia pun menjadi semakin rapuh,” pungkas Kalla.



(YDH)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.