Traveloka dan Tokopedia Tak Bisa Jadi Agen Umrah

    Nur Azizah - 22 Juli 2019 16:41 WIB
    Traveloka dan Tokopedia Tak Bisa Jadi Agen Umrah
    Politikus PKS Hidayat Nur Wahid. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia.
    Jakarta: Aplikasi perjalanan Traveloka dan penyedia perdagangan elektronik Tokopedia tidak bisa menjadi agen umrah. Pasalnya, persyaratan untuk menjadi agen umrah rumit, salah satunya harus dimiliki seorang muslim.

    "Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) sudah bilang Traveloka maupun Tokopedia tidak akan menjadi penyelenggara umrah. Pernyataan beliau sudah sangat jelas dan terkomunikasi kepada publik dan memang seharusnya begitu," kata Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juli 2019.

    Menurut dia, Traveloka dan Tokopedia akan melanggar regulasi bila bersikeras menjadi agen travel. Kalaupun menjadi agen travel, kedua unicorn ini tidak bisa menjamin keselamatan jemaah. 

    Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini yakin Kementerian Agama (Kemenag) tak akan mengizinkan Traveloka dan Tokopedia menjadi agen umrah. Kedua perusahaan ini hanya diperbolehkan menjual tiket, hotel, dan pembayaran lainnya.

    "Kalau dia melakukan kegiatan yang mempermudah kepentingan jemaah itu silakan saja. Kenapa harus dimunculkan isu baru," ungkap dia.

    Sebelumnya, Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag menggelar rapat bersama Traveloka dan Tokopedia. Perwakilan dari Kemenkominfo juga hadir dalam rapat tersebut.

    Pertemuan ini merupakan upaya Kemenag untuk mendalami perkembangan teknologi informasi terkait penyelenggaraan ibadah umrah. Kemenag ingin menyamakan persepsi terkait inisiatif Kemkominfo mengembangkan umrah digital. 

    Pada pertemuan itu, Kemenag menekankan semua pihak terkait untuk mematuhi regulasi Undang-Undang (UU) Nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Aturan itu baru disepakati pemerintah dan DPR.

    Baca: Presiden Ziarah ke Makam Rasulullah di Madinah

    "Hasilnya, ada kesepahaman bahwa pengembangan umrah digital harus berangkat dari prinsip penyelenggaraan umrah dilakukan oleh penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU)," tegas Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim.

    Menurut Arfi, pengembangan umrah digital nantinya bersifat opsional atau pilihan. Artinya, masyarakat yang akan berangkat umrah bisa memilih dua cara. 

    Pertama, mereka mendaftar di PPIU secara langsung sebagaimana yang berjalan selama ini. Kedua, mereka memilih paket PPIU yang ada di pasaran dengan keberangkatan tetap oleh PPIU.

    Traveloka maupun Tokopedia menegaskan tidak akan menjadi penyelenggara umrah. Komitmen ini juga berlaku bagi unicorn lainnya.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id