comscore

Wapres Sebut Perbedaan Hari Raya Iduladha Bukan Lagi Masalah

Antara - 30 Juni 2022 14:22 WIB
Wapres Sebut Perbedaan Hari Raya Iduladha Bukan Lagi Masalah
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. Branda Antara
Lombok Barat: Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyebut perbedaan Hari Raya Iduladha 2022 versi pemerintah dan Muhammadiyah tidak lagi menimbulkan masalah di masyarakat. Sebab, masyarakat sudah dewasa menyikapi permasalahan ini.

"Sekarang masyarakat kita sudah dewasa, sudah legawa. Jadi, kalau ada yang tidak sama, semua sudah legawa. Jadi, kalau ada yang tidak sama, toleransinya sudah tinggi. Jadi, tidak ada masalah," kata Ma'ruf Amin di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis, 30 Juni 2022.
Berdasarkan hasil sidang isbat, Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan Hari Raya Iduladha atau 10 Dzulhijah 1443 Hijriah jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022. Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan 10 Dzulhijah 1443 H jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022, berdasarkan hasil perhitungan wujudul hilal oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah

"Perbedaan itu kita sudah biasa. Dalam waktu-waktu tertentu, memang dulu ketika terjadi perbedaan, terjadilah keributan di masyarakat," ujar dia.

Namun, kata dia, masyarakat sekarang dapat memilih dengan bebas sesuai keyakinan masing-masing untuk menjalankan ibadah salat Iduladha. "Dan semua sudah pada tahu, yang ikut Muhammadiyah, ikut Muhammadiyah, yang ikut pemerintah, ikut pemerintah. Jadi, tidak ada masalah. Itu sudah kita bangun lama sekali supaya ada pengertian di antara semua pihak," jelas dia.
 

Baca: Pemerintah Tetapkan Iduladha 1443 Hijriah Jatuh pada 10 Juli



Pemerintah telah melakukan sidang isbat penentuan awal bulan Dzulhijah 1443 H yang dipimpin langsung Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi. Dari 86 titik di seluruh provinsi, para pemantau tidak melihat hilal. Sehingga, dengan ditetapkannya 1 Dzulhijah pada Jumat, Hari Raya Idul Adha jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022.

Sementara itu, anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag Thomas Djamaluddin memaparkan posisi hilal awal Dzulhijah 1443 secara umum kurang dari 3 derajat dengan elongasi kurang dari 6,4 derajat. Kondisi seperti itu tidak memenuhi kriteria masuknya bulan Zulhijah.

Saat ini, Kemenag menggunakan kriteria MABIMS dalam menentukan kriteria hilal, yakni tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id