comscore

Cegah Lonjakan Covid-19, Presiden Instruksikan Percepatan Vaksinasi Booster

Andhika Prasetyo - 04 Juli 2022 13:32 WIB
Cegah Lonjakan Covid-19, Presiden Instruksikan Percepatan Vaksinasi <i>Booster</i>
Presiden Joko Widodo. Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajarannya melakukan akselerasi vaksinasi covid-19, terutama dosis ketiga atau booster. Percepatan harus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 akibat subvarian baru, BA.4 dan BA.5.

"Vaksinasi harus terus kita dorong. Saya minta Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin), Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo), Panglima TNI (Jenderal Andika Perkasa), dan Kepala BNPB (Mayjen Suharyanto) mendorong terus agar vaksinasi booster bisa dilakukan, terutama di kota-kota yang memiliki interaksi antarmasyarakat tinggi," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 4 Juli 2022.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, baru 24,5 persen masyarakat Tanah Air yang sudah menerima suntikan vaksin booster. Capaian yang minim itu tentu memicu kekhawatiran karena puncak kasus covid-19 pascalebaran baru akan terjadi pada pertengahan Juli 2022.

Selain mempercepat vaksinasi, Jokowi memerintahkan jajarannya memperketat kembali pelaksanaan protokol kesehatan. "Kita gaungkan kembali pelaksanaan protokol kesehatan. Ini penting karena kita tidak mau pengendalian covid-19 ini bisa mengganggu ekonomi," ujar dia.
 

Baca: Catat! Vaksin Booster Jadi Syarat untuk Aktivitas Masyarakat hingga Perjalanan


Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah ke depan akan menggunakan sertifikat vaksin booster sebagai syarat perjalanan serta kunjungan ke ruang-ruang publik, seperti mal dan tempat wisata. Pasalnya, perlu pendekatan khusus untuk memacu agar masyarakat mau disuntik booster.

Dia mencontohkan penyuntikan vaksin dosis pertama dan kedua. Saat itu, orang tua susah untuk diajak vaksinasi. Namun, setelah ada kebijakan masuk mal harus sudah divaksinasi, orang tua pun mau vaksinasi agar bisa mengantar cucu ke mal.

"Kita memang perlu pendekatan sosial yang inovatif seperti itu," kata Budi.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id