Investor Dinilai Menanti Penerapan UU Cipta Kerja

    Cindy - 31 Oktober 2020 21:18 WIB
    Investor Dinilai Menanti Penerapan UU Cipta Kerja
    Duta Besar RI untuk Singapura Suryopratomo. MI/Panca Syurkani
    Jakarta: Investor asing menganggap Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) amat dibutuhkan. Sebab, aturan sapu jagat yang baru disahkan itu bakal menata iklim investasi Indonesia.

    "Pengalaman berbisnis para investor asing di Indonesia itu berbelit-belit, sulit. Ini sudah jadi rahasia umum dan sebetulnya sudah dikonfirmasi oleh Bank Dunia," kata Duta Besar RI untuk Singapura Suryopratomo dalam acara Newsmaker Medcom.id, Sabtu, 31 Oktober 2020.

    Suryo menuturkan regulasi dan mekanisme investasi yang rumit itu telah bergulir sejak pemerintahan Presiden Soeharto. Upaya membenahi perizinan dan birokrasi investasi kerap kandas karena masyarakat memandang negatif investor asing.

    "Upaya mempermudah usaha sejak zaman orde baru. Sudah ada (pembenahan) namun belum berhasil, baru kali ini jadi undang-undang. Tapi kembali lagi ditentang," ucap pria yang akrab disapa Tommy ini.

    Baca: Memupuk Benih Investasi di Ladang UU Cipta Kerja

    Dia menyebut negara tetangga sempat meminta penjelasan terkait pasal-pasal dalam omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja. Hal ini menunjukkan niat asing berinvestasi di Indonesia.

    "Supaya bisa tahu kemudahan-kemudahan apa yang ada didalamnya agar melihat adakah peluang baik untuk investasi. Mereka melihat Indonesia memang harus melakukan ini (UU Ciptaker)," ujar Suryo.

    Suryo mendorong pemerintah berperan aktif memberi pemahaman yang benar terkait UU sapu jagat itu kepada masyarakat. Kehadiran UU Cipta Kerja dinilai mampu mengurangi tingkat pengangguran, membuka lapangan pekerjaan, dan mendorong perekonomian negara.

    Investor asing terancam hengkang dan tak berani kembali berinvestasi di Indonesia akibat rumitnya regulasi. Investor akan memutuskan untuk beralih berinvestasi di negara tetangga.

    "Modal itu seperti air, air akan mengalir ke dataran yang lebih rendah. Indonesia ada di dataran tinggi aturan, kalau masih menjerat maka akhirnya investor tidak akan datang," tutup dia.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id