Penyelesaian Masalah di Papua Diminta Holistik dan Kolaboratif

    Antara - 07 Mei 2021 02:23 WIB
    Penyelesaian Masalah di Papua Diminta Holistik dan Kolaboratif
    Ilustrasi pengamanan Papua/Antaranews.



    Jakarta: Pemerintah diminta menyelesaikan konflik di Papua dengan pendekatan yang holistik dan kolaboratif. Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyebut konflik Papua harus dipahami dalam spektrum yang lebih luas.

    "Konflik Papua ini tergolong paling alot, sangat lama dibanding di wilayah lain. Maka perlu kajian mendalam untuk mengidentifikasi akar persoalan konflik," kata Karyono seperti dikutip dari Antara, Jumat, 7 Mei 2021.

     



    Menurut dia, konflik di Papua harus dipahami dalam spektrum lebih luas. Karena, di Papua tak berlaku solusi tunggal karena persoalannya sangat heterogen, multidimensi, dan sangat rumit.

    Di sisi lain, anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi pembangunan di Papua sudah terlegislasi dan diregulasikan dengan baik. Contohnya, dengan adanya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua.
     
    Kemudian Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2008 yang mengamanatkan agar Papua mewujudkan keadilan; penegakan supremasi hukum; penghormatan HAM; percepatan pembangun ekonomi; dan peningkatan kesejahteraan dalam rangka kesetaraan.
     
    Baca: Anggaran Otsus Papua Harus Dibarengi Peningkatan Literasi
      
    "Bicara konflik Papua, perlu dilihat, apakah masalah ada pada regulasi, perda, ataukah secara taktis implementasinya. Sebab dengan dana otsus yang ratusan triliun pasti indeks manusianya meningkat," kata Bobby.
     
    Dia mencontohkan ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggenjot pembangunan infrastruktur jalan lintas, BBM satu harga, dan program lainnya. Ternyata, masih ada kendala di lapangan berupa pertentangan antara yang mendukung dan melawan kebijakan itu.
     
    "Pembangunan jalan ruas Papua, masih banyak diganggu. BBM satu harga ternyata masih ada biaya tambahan. Maka secara taktis harus dilihat. Mana yang mendukung program pemerintah dan mana yang menolak dan menghambat kemajuan," kata Bobby.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id