Anggaran PEN Terserap Paling Tinggi di Perlindungan Sosial dan UMKM

    Nur Azizah - 16 Oktober 2020 14:08 WIB
    Anggaran PEN Terserap Paling Tinggi di Perlindungan Sosial dan UMKM
    Ilustrasi uang. MI Ramdani
    Jakarta: Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan serapan anggaran PEN per 7 Oktober 2020 sebesar Rp331,94 triliun atau 47,7 persen dari Rp 695,2 Triliun. Penyerapan paling tinggi berada di sektor perlindungan sosial dan bantuan modal usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

    "Untuk sektor perlindungan sosial serapan sekitar 78,32 persen dari pagu anggaran Rp203,9 triliun," kata Budi dikutip dari laman covid19.go.id, Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2020.

    Sedangkan bantuan modal UMKM terserap 73,24 persen atau Rp123,46 triliun. Program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro terserap 100 persen untuk tahap awal.

    Bantuan telah diterima 9,1 juta dari target 12 juta pelaku usaha mikro. Setiap penerima mendapatkan Rp2,4 juta.

    "Sementara itu, sektor perlindungan sosial yang terdiri atas delapan program, menunjukkan kinerja realisasi penyerapan berjalan dengan baik. Program Keluarga Harapan telah menyalurkan Rp36,26 triliun atau 96,95 persen dari pagu anggaran Rp37,40 triliun kepada 10 juta penerima manfaat," rinci Budi.

    Kemudian, program sembako sudah terealisasi Rp33,98 triliun atau 77,94 persen dari pagu anggaran Rp43,60 triliun. Lalu, program sembako Jabodetabek sudah disalurkan ke 1,9 juta penerima manfaat.

    "Program bansos tunai non-Jabodetabek sebanyak Rp25,54 triliun atau 78,83 persen dari anggaran Rp32,40 triliun juga sudah dirasakan manfaatnya oleh 9 juta penerima manfaat," ungkap dia.

    Sementara itu, Program Kartu Prakerja menyasar 5,6 juta penerima manfaat, telah mencapai realisasi Rp19,87 triliun atau 99,4 persen dari pagu yang disediakan Rp20 triliun.

    Sedangkan program bantuan langsung tunai dana desa yang diikuti 7,9 juta penerima manfaat telah menyerap Rp12,91 triliun. Program subsidi gaji sudah disalurkan ke 11,6 juta pekerja.

    "Sudah terserap Rp13,99 triliun dari anggaran Rp37,87 triliun. Lalu program diskon listrik yang sudah menyerap anggaran Rp6,97 triliun," jelas Budi.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id