comscore

Fokus Modernisasi Alutsista, Anggaran Kemenhan Harus Dievaluasi

Cahya Mulyana - 14 November 2021 07:33 WIB
Fokus Modernisasi Alutsista, Anggaran Kemenhan Harus Dievaluasi
Ilustrasi alutsista TNI/Medcom.id/Whisnu Mardiansyah
Jakarta: Komisi I menyorotnya anggaran belanja rutin Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang mencapai 75 persen. Akibatnya, hanya 25 persen dari anggaran kementerian yang dipimpin Prabowo Subianto itu yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI.

Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan menilai kondisi tersebut perlu evaluasi. Penguatan alutsista merupakan keniscayaan untuk menjaga kedaulatan bangsa.

"Solusi yang pas adalah menyusun ulang prioritas pembelanjaan modernisasi alutsista dan memilih kembali produsen-produsen yang lebih kooperatif dan suportif terhadap kondisi Indonesia," ujar Farhan kepada Media Indonesia, Minggu, 14 November 2021.

Menurut dia, DPR akan menunggu Kementerian Pertahanan berkonsultasi mengenai penganggaran. Harapannya anggaran yang digunakan dapat memacu modernisasi alutsista.

"Kita mesti menunggu usulan Kemenhan," ucap dia.

Baca: Perkuat Pertahanan dan Keamanan, Pemerintah Bakal Modernisasi Alutsista

Hal senada disampaikan pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie. Connie menyebut penggunaan anggaran di Kemenhan mesti diperbaiki supaya fokus penguatan alutsista tidak terhambat.

"Kondisi ini konsekuensi dari defence follow budget (kekuatan militer mengacu pada ketersediaan anggaran) dan bukan follow threats (mengacu pada kebutuhan penguatan alutsista)," kata Connie.

Menurut dia, Kemenhan dapat mengambil pelajaran dari Kepolisian yang menggunakan pendekatan alokasi anggaran mengacu pada tantangan keamanan. Jika hal ini dapat dilaksanakan, modernisasi alutsista akan terwujud lebih cepat.

"Selanjutnya, butuh visi yang outward looking kuat dari Kementerian Pertahanan untuk melakukan pembangunan militer yang seimbang pada konstelasi kawasan dan berwawasan futuristic. Dengan proyeksi yang realistis dan terukur," papar dia.

Kemudian, kata dia, TNI sebagai pengguna alutsista membutuhkan paradigma baru dan doktrin baru. "Itu untuk menyambut proyeksi pertahanan negara sesuai visi outward looking defence," kata dia.(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id