SMRC: Elektabilitas PDIP-Gerindra Merosot, Golkar Naik

    Al Abrar - 08 Oktober 2021 17:38 WIB
    SMRC: Elektabilitas PDIP-Gerindra Merosot, Golkar Naik
    ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta:  Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menggelar survei melihat elektabilitas partai politik. Hasilnya, elektabilitas PDIP dan Gerindra menurun sedangkan Partai Golkar naik. 

    Direktur Riset SMRC, Saidiman Ahmad menyebut memang ada kecenderungan dukungan pada PDIP dan Gerindra menurun setahun terakhir. Dugaannya, untuk PDIP, ini terkait dengan kondisi kesehatan publik yang memburuk beberapa bulan terakhir akibat gelombang kedua pandemi covid-19. Hal ini membuat pemerintah mengambil langkah pengetatan mobilitas warga yang pada akhirnya kembali memukul ekonomi sebagian masyarakat. 

     



    “Dalam hal ini, PDIP kena imbas dari ketidakpuasan warga atas kondisi itu,” kata Saidiman saat dihubungi Jumat, 8 Oktober 2021. 

    SMRC melihat tren elektabilitas dari beberapa periode survei yang telah dilakukan. Meskipun PDIP tertinggi, tapi tren keterpilihannya terus turun. Oktober 2020 masih di 27,4 persen, lalu merosot jadi 24,9 persen pada Maret 2021. Naik sedikit pada Mei dengan 25,9 persen, lalu merosot lagi pada September menjadi 22,1 persen.

    Baca: Survei: Elektabilitas NasDem Naik, PDIP dan Gerindra Turun

    Tapi menurut dia, penurunan yang terjadi masih pada tingkat yang wajar. Ini adalah koreksi dukungan yang wajar di tengah situasi yang memang memberatkan publik secara umum. Menurut dia, justru jadi aneh kalau kondisi memburuk, tapi tidak ada reaksi warga. 

    “Karena PDIP adalah kekuatan utama pendukung pemerintah, maka partai inilah yang menanggung reaksi warga tersebut,” katanya.

    Sementara Gerindra, kata Saidiman, hal ini disebabkan karena partai seperti kehilangan sosok Prabowo. Dulu memimpin narasi oposisi pada pemerintah, sekarang justru menjadi bagian dari pemerintah yang sebelumnya dikritik. 

    Saidiman menyebut warga yang sebelumnya menemukan tempat untuk menyalurkan kritisisme mereka, kini kurang menemukan itu pada Gerindra. Partai seperti PKS dan Demokrat justru lebih bisa menampung aspirasi kritis itu. 

    “Karena itu, wajar kalau Gerindra sekarang ini mengalami sedikit kemerosotan dukungan. Hal ini kemudian diperkuat oleh tokoh-tokoh partai yang dalam beberapa waktu terakhir memang cenderung tidak menunjukkan gerakan yang menjadi perhatian publik dan yang bisa meningkatkan soliditas pendukung,” ujar Saidiman.

    Baca: Elektabilitas Puan Paling Rendah, Ganjar Susul Prabowo

    Pada Maret 2020, elektabilitas Gerindra berada di 13,6 persen. Kemudian merosot pada Oktober 2020 menjadi 7,7 persen. Merangkak naik jadi 11,6 pada Maret 2021, turun lagi menjadi 10,7 pada Mei 2021. Kini berada di 9,9 persen.

    Menurut Saidiman, Golkar tidak terdampak merosot seperti PDIP karena ada 3 faktor yang bisa jadi pemicu. Pertama, secara internal, Golkar cukup solid di bawah pimpinan Airlangga Hartarto. Kedua, Golkar memang nampak cukup konsisten bergerak melalui media-media luar ruang. 

    “Saya duga ini lumayan mendongkrak memori kolektif warga tentang Golkar, di mana pada saat yang sama, partai lain belum banyak bergerak,” jelas dia.

    Ketiga, posisi Airlangga yang menjadi Menko Perekonomian dan Ketua KPC PEN juga menunjang kenaikan elektabilitas partai berlogo beringin tersebut.

    “Golkar sejauh ini juga sangat solid mendukung program pembangunan ekonomi dan pemulihan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan itu dirasakan manfaatnya oleh publik luas,” jelas dia.

    Pada Maret 2020, elektabilitas Golkar 8,4 persen. Kemudian Oktober 2020 naik jadi 9,9 persen. Kembali naik Maret 2021 menjadi 11,6 persen. Mei 2021 turun menjadi 10,9 persen. Lalu naik lagi pada September 2021 menjadi 11,3 persen.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id