Pemerintah Tunda Izin Kedatangan TKA Tiongkok ke Sultra

    Nur Azizah - 12 Mei 2020 09:14 WIB
    Pemerintah Tunda Izin Kedatangan TKA Tiongkok ke Sultra
    Ilustrasi TKA. Medcom.id
    Jakarta: Pemerintah memastikan menunda kedatangan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok ke Sulawesi Tenggara. TKA baru boleh masuk ke Indonesia setelah situasi membaik.

    "Pemerintah bertekad memutus mata rantai penyebaran covid-19 antara lain dengan membatasi arus kedatangan manusia dari luar. Kebijakan ini berlaku hingga situasi normal dan dinyatakan aman," kata staf khusus presiden bidang hukum Dini Purwono di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020.

    Sebanyak 500 TKA asal Tiongkok bakal bekerja di perusahaan smelter di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Mereka ditempatkan di perusahaan PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel.

    Dini mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan baru sebatas menyetujui permintaan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang diajukan oleh dua perusahaan itu. Ratusan TKA asal Tiongkok itu didatangkan lantaran mempunyai keahlian khusus menginstalasi pabrik pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter.

    (Baca: Tak Ada TKA Asal Tiongkok saat Pandemi)

    "Penggunaan tenaga kerja dari luar ini terpaksa dilakukan oleh perusahaan karena tenaga kerja lokal belum mempunyai keahlian dalam memasang instalasi. Jika instalasi selesai, pabrik pengolahan dan pemurnian ini bisa menyerap 3.000 tenaga kerja lokal," jelas dia.

    Dini menuturkan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian merupakan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Perusahaan diwajibkan mengolah bahan mentah sebelum dijual ke pasar dengan tujuan meningkatkan nilai tambah produk pertambangan.

    Pihak perusahaan menargetkan 500 tenaga kerja asing itu bekerja maksimal enam bulan dan setelah instalasi selesai kembali ke negara asal. Selama bekerja mereka juga diminta mentransfer keahlian kepada tenaga kerja lokal sehingga Indonesia tidak perlu tergantung kepada tenaga luar.

    "Saat ini Kementerian Ketenagakerjaan terus berkoordinasi dengan gubernur dan DPRD Sulawesi Tenggara untuk mencari solusi terbaik agar di satu sisi upaya pencegahan covid-19 ditegakkan dan di sisi lain proyek yang bisa menyerap 3.000 tenaga kerja lokal ini juga bisa berjalan karena menyangkut penghidupan banyak orang," tutur dia.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id