comscore

AHY Ingatkan Mahasiswa untuk Hargai Kerja Keras Pemimpin Terdahulu

Antara - 01 November 2021 17:33 WIB
AHY Ingatkan Mahasiswa untuk Hargai Kerja Keras Pemimpin Terdahulu
Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Jakarta: Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengingatkan generasi muda, khususnya mahasiswa, agar selalu menghargai kerja keras pemimpin terdahulu. Hal itu disampaikan AHY di hadapan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah pada Jumat, 29 Oktober 2021.

"Apa yang kita dapatkan hari ini adalah hasil kerja keras generasi terdahulu," ujar AHY dalam keterangan tertulis, Senin, 1 November 2021.

 



Dia menegaskan tidak ada yang terlalu hebat untuk bisa membangun bangsa sendirian. Sinergisitas, kolaborasi, dan aksi nyata perlu dikedepankan bersama-sama untuk melakukan perubahan serta menjadi solusi atas permasalahan bangsa.

"Tiap masa ada tantangan dan pemimpinnya. Setiap pemimpin ada masa dan tantangannya," kata mantan perwira TNI AD ini.

AHY juga mengingatkan merawat demokrasi dan Pancasila adalah kerja lintas generasi. Sebagai bagian dari generasi muda, AHY menjelaskan muda adalah kekuatan, tapi bukan hanya bermakna usia biologis.

"Muda adalah kekuatan dalam pikiran dan tindakan untuk mengubah peluang menjadi tantangan. Muda juga keberanian untuk keluar dari zona nyaman, mendobrak status quo dan berani mengambil keputusan besar," jelas dia.

Baca: Generasi Muda Diharapkan Ubah Persepsi Lembaga Legislatif Jadi Lebih Baik

Di samping itu, AHY mengingatkan tiga fenomena yang patut dicermati pada dunia politik saat ini. Yakni, politik uang, politik identitas, dan post truth politics.

"We can't afford the price of disintegration. Perpecahan bangsa terlalu mahal harganya bagi kita," ujar dia.

Selama berkeliling nusantara, putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu sudah berdialog dengan berbagai elemen masyarakat. Mereka menitipkan pesan yang sama, yakni bersama-sama merawat dan menjaga Pancasila.

“Pancasila sudah teruji dalam sejarah, menjadi titik temu, titik lebur perbedaan di tengah kompleksitas cara pandang kebangsaan masyarakat Indonesia yang majemuk ini,” terang AHY.

AHY pun berpesan kepada generasi muda agar tetap kritis. Generasi muda harus berani bersuara dan membuktikan dengan aksi nyata.

"Sebagai generasi yang paling melek teknologi, think before you speak, think before you share. Jangan sampai jadi bagian dari politik fitnah. Tumbuhkanlah jiwa kepemimpinan, dengan integritas, karakter yang unggul termasuk patriotisme, disiplin dan semangat pantang menyerah,” ujar AHY.

Webinar yang dihadiri ratusan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah ini dibuka Rektor UIN Prof. Dr. Amany Lubis. Dalam pembukaannya, Amany memuji AHY sebagai negarawan. Rektor perempuan kelahiran Kairo ini mengungkapkan pernah bekerja sama dengan AHY saat menyusun kurikulum bagi Universitas Pertahanan.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id