Soal Parliamentary Threshold, Demokrat: Masih Tahap Diskusi

    Al Abrar - 18 November 2016 19:13 WIB
    Soal <i>Parliamentary Threshold</i>, Demokrat: Masih Tahap Diskusi
    Wakil Ketua DPR Agus Hermanto--Metrotvnews.com/M Rodhi Aulia
    medcom.id, Jakarta: Dalam draf RUU Penyelengaraan Pemilu Pasal 393 ayat 1 disebutkan, ambang batas perolehan suara 3,5%. Sejumlah fraksi di DPR ramai-ramai mengkritisi usulan pemerintah soal ambang batas parlemen (parliamentary threshold).

    Berdeda dengan partai lainnya, Partai Demokrat hingga saat ini belum memiliki usulan angka. "Masih tahap diskusi, sedang dipelajari, hasilnya kita lihat nanti," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/11/2016).

    Baca: PDIP Usul Ambang Batas Parlemen hingga 6%

    Dia berharap masyarakat bersabar menunggu keputusan Fraksi Demokrat. "Ini lagi dipelajari, jadi marilah kita tunggu dengan seksama hasilnya seperti apa. Saya kan selalu ketemu dengan media. Pasti saya sampaikan," ucap Agus.

    Sebelumnya, Fraksi PDI Perjuangan mengusulkan kenaikan ambang batas parlemen berselisih 1,5 sampai 2,5 persen dari usulan pemerintah. Dalam draf RUU Penyelenggaraan Pemilu yang hanya 3,5 persen.

    Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan, ambang batas parlemen perlu dinaikkan agar ada penyederhanaan multipartai di parlemen. Penaikan juga memudahkan pengambilan keputusan di parlemen.

    Fraksi Partai Golkar, NasDem, dan PKB juga mengusulkan peningkatan ambang batas parlemen. Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Golkar Hetifah Sjaifudin ambang batas parlemen mencapai 10 persen.

    Fraksi Partai NasDem mengusulkan kenaikan ambang batas parlemen 7 persen. Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi PKB Lukman Edy mengusulkan ambang batas naik menjadi 5 persen.

    Dalam draf RUU Penyelengaraan Pemilu Pasal 393 ayat 1 disebut 'Partai politik peserta pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara sekurang-kurangnya 3,5% (tiga koma lima persen) dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi anggota DPR.



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id