comscore

Ini Alasan Buruh Minta Perbaikan UU Ciptaker Dihentikan

Anggi Tondi Martaon - 14 Januari 2022 14:36 WIB
Ini Alasan Buruh Minta Perbaikan UU Ciptaker Dihentikan
Buruh menggelar unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat. Foto: Medcom/Anggi
Jakarta: Buruh menggelar unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat. Aksi yang juga diikuti Partai Buruh itu menuntut DPR tidak memperbaiki Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker).

"Tuntutan yang diajukan Partai Buruh dan organisasi serikat buruh dan serikat petani adalah satu menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja (diperbaiki)," kata Presiden Partai Buruh Said Iqbal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 14 Januari 2022.
Ada dua alasan buruh meminta perbaikan UU Ciptaker disetop. Pertama, yang dilakukan tidak menyentuh isi UU.

Buruh menginginkan agar perbaikan mencakup substansi UU Ciptaker. Mereka mendesak agar klaster ketenagakerjaan dihapus dalam aturan sapu jagat investasi tersebut.

"Kami meminta kluster ketenagakerjaan yang merugikan rakyat Indonesia yang oleh Mahkamah Konstitusi sudah dinyatakan inskontitusional dan cacat fotmil (dihapus)," ungkap Said.

Alasan kedua, meminta perbaikan UU Ciptaker tidak dilakukan karena khawatir prosesnya dilakukan buru-buru. Serta tidak melibatkan peran masyarakat dalam pembahasan.

"Tidak ada draf, tidak ada sosialisasi, dan isinya mengulang apa yang ada di dalam draf sebelumnya," sebut Said.

Baca: Pengenalan Omnibus Law Tingkatkan Kepercayaan Investor Tiongkok ke Indonesia

Selain memprotes UU Ciptaker, buruh menuntut pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) segera dilakukan. Kemudian, revisI peraturan kepala daerah terkait upah minimum 2022, dan revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Unjuk rasa kali ini dilakukan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI), Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (Jala PRT), dan berbagai organisasi  lainnya. Total ada 60 federasi serikat pekerja yang ikut memprotes UU Ciptaker.

Ribuan masa mulai berkumpul di gerbang utama Kompleks Parlemen sejak pukul 10.00 WIB. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas dari Semanggi menuju Slipi tersendat. Unjuk rasa juga dilakukan di sejumlah provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, dan Sumatra Selatan.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id