JK Minta Publik Bedakan Kriminalisasi dan Masalah Hukum

    Achmad Zulfikar Fazli - 12 Februari 2019 17:35 WIB
    JK Minta Publik Bedakan Kriminalisasi dan Masalah Hukum
    Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.
    Jakarta: Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menilai penetapan tersangka terhadap Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif murni masalah hukum. Dia menampik itu sebagai kriminalisasi terhadap ulama.
     
    "Kita harus membedakan kriminalisasi dengan masalah hukum," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019.
     
    JK mengakui masih ada yang harus dikaji mendalam perihal dugaan yang disangkakan kepada Slamet. Dia mendapat informasi, Slamet diproses hukum karena melakukan tablig akbar yang digelar di jalan umum.

    Baca: Ketum PA 212 Resmi Jadi Tersangka
    Menurut dia, bila pasal yang sangkakan terkait acara tablig akbar, banyak yang akan terdampak. Apalagi, selama ini banyak tablig akbar dan demonstrasi yang berlangsung di jalan raya.
     
    "Kalau begitu banyak yang harus dikenakan. Orang tablig akbar, demo di jalan. Tapi itu hukum, harus diterapkan tapi harus adil diterapkannya," ucap dia.
     
    Polres Surakarta sebelumnya menetapkan Slamet sebagai tersangka kasus pelanggaran kampanye. Slamet diduga berkampanye di luar jadwal saat tablig akbar PA 212 di Solo, Jawa Tengah.
     
    Slamet diduga melanggar Pasal 521 juncto Pasal 280 ayat 1 huruf c, d , f dan Pasal 492 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu terkait kampanye di luar jadwal.





    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id