Pemerintah Bisa Keras Jika Social Distancing Diremehkan

    Candra Yuri Nuralam - 25 Maret 2020 10:29 WIB
    Pemerintah Bisa Keras Jika <i>Social Distancing</i> Diremehkan
    Ilustrasi kasus infeksi korona. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Pemerintah meminta masyarakat mematuhi langkah pembatasan sosial (social distancing) atau jaga jarak fisik (physical distancing) demi menekan penyebaran wabah virus korona (covid-19). Pemerintah bisa berubah jadi keras jika anjuran itu tetap tak diindahkan atau diremehkan masyarakat.

    "Work from home, school from home, atau stay at home ini berjalan efektif atau tidak. Kalau tidak maka perlu tindakan yang lebih keras lagi dalam rangka mendisiplinkan masyarakat," kata Direktur Manajemen Penanganan Bencana dan Kebakaran Kementerian Dalam, NegerSafrizal di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu, 25 Maret 2020.

    Imbauan social distancing atau physical distancing keluar untuk mengurangi penyebaran lewat memutus mata rantai pembawa virus (carrier) dan orang lain. Jika tidak diindahkan masyarakat, penyebaran virus tersebut sulit dikontrol.

    Pemerintah akan kewalahan jika wabah ini semakin tidak terkendali. Tenaga medis yang dimiliki Indonesia tidak akan sanggup membantu. "Rumah sakit sudah mulai penuh, kalau ditambah terus pasiennya nanti tidak tertangani," ujar Syafrizal.

    Syafrizal pun tidak ingin pemerintah menggunakan kebijakan yang lebih keras seperti pembatasan ruang gerak (lockdown) atau pembatasan di wilayah (partial lockdown). Karena itu, dia minta warga Indonesia disiplin jaga jarak

    "Perlu kerja sama semua pihak, baik masyarakat maupun dunia usaha, pemerintah dan segala macamnya," tutur Syafrizal.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id