Ma'ruf Minta Umat Islam Kembangkan Cara Berpikir Toleran

    Antara - 23 Februari 2020 23:46 WIB
    Ma'ruf Minta Umat Islam Kembangkan Cara Berpikir Toleran
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Wakil Presiden Ma'ruf Amin umat Islam mengembangkan cara berpikir toleran. Umat harus mengedepankan penafsiran ajaran agama Islam yang membawa kerukunan.

    "Kita harus mengembangkan cara berpikir yang toleran, jangan sampai berkembang narasi-narasi yang intoleran, narasi kebencian, narasi konflik dalam menyampaikan ajaran agama," kata Ma'ruf saat menghadiri peringatan HUT ke-66 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Minggu, 23 Februari 2020.

    Ma'ruf mengatakan cara berpikir intoleran akan melahirkan kelompok takfiri. Kelompok tersebut yang menganggap golongannya paling benar dan menganggap golongan lain salah.

    "Cara berpikir tidak toleran itu disebutnya sebagai ananiyah, fanatisme kelompok, artinya kelompok ini mengatakan yang benar hanya golongannya saja, yang lain tidak benar yang lain sesat, yang lain kafir, dan melahirkan kelompok takfiri," kata dia.

    Ma'ruf Minta Umat Islam Kembangkan Cara Berpikir Toleran
    Ilustrasi Medcom.id/Mohammad Rizal

    Mantan Rais Aam PBNU itu berpesan kepada umat Islam untuk menghindari cara berpikir intoleran supaya tercipta kerukunan dan kedamaian. Cara berpikir intoleran harus terus dikawal dan dikurangi agar tidak menciptakan pemahaman radikal.

    "Cara berpikir seperti ini yang harus kita kawal, kita jaga, agar Indonesia tetap dalam keadaan yang rukun, yang damai, yang sejuk. Dan ini (fanatisme) bermula dari cara memberikan penafsiran-penafsiran keagamaan yang tidak toleran," kata dia.

    Menurut dia, cara berpikir toleran hanya terwujud jika masyarakat menerapkan ajaran Islam moderat sesuai yang diyakini NU. Dengan memiliki cara berpikir toleran, penyebarluasan paham radikal dapat dikurangi dan aksi terorisme tak lagi terjadi.

    "Kita tidak boleh membiarkan berkembangnya cara berpikir dan cara bersikap yang intoleran, yang kemudian melahirkan sikap radikalisme dan bisa menimbulkan lahirnya terorisme," ujar dia.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id