Habis Modal Hingga Rp1 T, Sandiaga Belum Kapok Masuk Politik

    Anggi Tondi Martaon - 23 Oktober 2020 22:27 WIB
    Habis Modal Hingga Rp1 T, Sandiaga Belum Kapok Masuk Politik
    Sandiaga Uno ditemui usai menghadiri Indonesia Economic Forum di Hotel JW Marriott Mega Kuningan, Jakarta, Rabu, 20 November 2019. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
    Jakarta: Bergelut di dunia politik Tanah Air tidak mudah dan tak murah. Modal besar dibutuhkan, khususnya ketika bertarung pada kontestasi pemilihan. Hal itu dipahami betul pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno. 

    Hanya dalam rentang waktu dua tahun, Sandi mengikuti pentas politik skala besar, yakni Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dia pun harus merogoh kocek yang tidak sedikit.

    Mantan pendamping Gubernur DKI Anies Baswedan itu mengeluarkan modal hampir Rp300 miliar untuk mengarungi kontestasi Pilgub DKI Jakarta. Di Pilpres 2019, pendamping calon presiden Prabowo Subianto itu mengeluarkan uang Rp600 miliar.

    Baca: Pandemi Covid-19 Ujian Kepala Daerah Sebelum Pilpres 2024

    "Total mungkin sekitar Rp1 triliun. Mahal bagi pemula buat saya," kata Sandi dalam akun YouTube Bamsoet Channel, Jumat, 23 Oktober 2020.

    Usai menggelontorkan fulus selangit, kursi jabatan hanya dinikmati Sandi selama 11 bulan. Setelah mendapatkan jabatan wakil gubernur DKI pada Oktober 2017, dia menanggalkannya pada September 2018 untuk ikut Pilpres 2019.

    Di Pilpres 2019, Sandi keok dari pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Statusnya pun kembali menjadi warga biasa tanpa embel-embel pejabat negara. 

    Namun, hal ini tak membuat Sandi kapok masuk politik. Dia menganggap hal itu sebagai sebuah pengorbanan mengabdi kepada bangsa dan negara. Pasalnya, kata dia, jalur politik dianggap salah satu kendaraan untuk mengabdi dan membangun bangsa. 

    "Kalau untuk membangun bangsa dan kebaikan kita enggak boleh kapok dong. Kita harus berikan yang terbaik," ungkap dia.

    Saat disinggung apakah akan kembali maju pada Pilpres 2024, Sandi tidak menjawab tegas. Keputusan mau maju atah tidak akan disampaikan pada saat yang tepat nanti.

    "Nanti pada saatnya karena kan siklus politik itu kan setiap 5 tahun," sebut dia.

    Dia mengaku tengah fokus membangun perekonomian usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kegiatan itu dilakukan melalui program one kecamatan, one center of entrepreneurship (OK OCE) dan rumah siap kerja.

    Kedua program tersebut sudah memiliki 600 ribu anggota yang tersebar di 34 provinsi. Dalam program tersebut, Sandi lebih banyak memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM. Dia ingin mereka bisa mengembangkan usaha.

    "Kan ada suatu kebanggaan tersendiri bisa melihat mereka (UMKM) bisa berkembang dan berkontribusi pada perekonomian Indonesia," ujar dia.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id