Usulan Indonesia Soal Travel Corridor Arrangement Disetujui Negara ASEAN

    Nur Azizah - 12 November 2020 12:57 WIB
    Usulan Indonesia Soal <i>Travel Corridor Arrangement</i> Disetujui Negara ASEAN
    Presiden Joko Widodo. ANT/Hafidz Mubarak A
    Jakarta: Usulan Indonesia terkait pengaturan koridor perjalanan atau Travel Corridor Arrangement (TCA) disetujui negara-negara ASEAN. Usulan itu disepakati saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-37 ASEAN yang digelar secara virtual melalui konferensi video.

    "Saya menyambut baik di KTT ini kita akan mengeluarkan ASEAN Declaration on an ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework," kata Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato di KTT Pleno ke-37 ASEAN dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 12 November 2020.

    Jokowi mengusulkan pengaturan ASEAN Travel Corridor saat KTT ke-36 ASEAN pada 26 Juni 2020. Jokowi mendorong Dewan Koordinasi ASEAN dan Badan Sektoral ASEAN bergerak cepat mewujudkan implementasi TCA.

    Dia menilai ASEAN perlu segera merealisasi pembentukan jalur cepat sementara dan protokol kesehatan saat keberangkatan dan kedatangan. Selain itu, perlu pemanfaatan platform digital yang terintegrasi di kawasan, penentuan port of entry, serta ketentuan protokol kesehatan yang ketat.

    Kepala Negara berharap ASEAN TCA dapat beroperasional pada kuartal I-2021. Jokowi menuturkan pengaturan tersebut akan memunculkan optimisme.

    Kegiatan ekonomi secara bertahap diaktifkan kembali dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. "Rakyat kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi, mereka ingin melihat kawasan kita segera bangkit," tegas Jokowi.

    Kepala Negara juga mencium optimisme lainnya melalui penandatanganan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). RCEP berhasil ditandatangani setelah negara-negara ASEAN bernegosiasi selama delapan tahun.

    "Kita harus buktikan bahwa integrasi ekonomi yang sangat besar ini akan membawa manfaat bagi rakyat kita," tutur dia.

    Presiden ke-7 RI itu juga menyampaikan pentingnya peran ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Menurutnya, sangat normal di tengah rivalitas dua kekuatan besar dunia, masing-masing ingin menarik ASEAN untuk berpihak.

    Jokowi mengingatkan ASEAN harus solid menjaga keseimbangan. ASEAN juga mesti terus menyampaikan pesan memperkokoh kerja sama yang saling menguntungkan.

    Dia meyakini dengan soliditas dan komitmen kuat memajukan kerja sama inklusif, ASEAN tidak akan terjebak di antara rivalitas. ASEAN dapat memainkan peran sentral dalam pengembangan kerja sama kawasan.

    "Tentunya hal ini bukan merupakan hal mudah. Tapi saya yakin, dengan soliditas dan komitmen kuat kita akan dapat menjalankannya," ujar dia.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id