Dinkes Harus Tindak Tegas RS Swasta Tolak Pasien Covid-19

    Kautsar Widya Prabowo - 25 Januari 2021 11:08 WIB
    Dinkes Harus Tindak Tegas RS Swasta Tolak Pasien Covid-19
    Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal



    Jakarta: Dinas kesehatan (dinkes) daerah diminta menindak rumah sakit swasta yang enggan menangani pasien covid-19. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut tindakan tegas ini perlu dilakukan untuk mencegah pasien covid-19 tidak tertangani.

    "Izin rumah sakit tipe B dan tipe C itu ada di provinsi dan dinas kesehatan kabupaten/kota. Sehingga, mereka (dinas kesehatan) harus berani," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes Siti Nadia Tarmizi kepada Medcom.id, Senin, 25 Januari 2021.






    Nadia menyebut keterlibatan rumah sakit swasta dalam penanganan pasien covid-19 terbilang sedikit. Sementara itu, status keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit rujukan covid-19 di daerah sangat mengkhawatirkan.  

    "Orang susah mencari rumah sakit. Padahal, rumah sakit swasta belum banyak terlibat, belum konversi tempat tidur ICU (ruang perawatan intensif)," tuturnya.

    Permintaan kererlibatan rumah sakit swasta telah tertuang dalam Surat Edaran nomor HK 02.01/Menkes/11/2021 tentang Peningkatan Kapasitas Perawatan Pasien Covid-19 pada RS Penyelenggara Pelayanan Covid-19. Seluruh RS diinstruksikan meningkatkan kapasitas ruang perawatan dan ICU khusus covid-19.

    Ia berharap semakin banyak rumah sakit swasta turut berkontribusi meningkatkan angka kesembuhan kasus covid-19. Apalagi, kasus covid-19 di Indonesia terus meningkat.

    Baca: RS Diinstruksikan Tambah Kapasitas Perawatan dan ICU Khusus Covid-19

    Sebelumnya, Direktur Jenderal Pelayananan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir menyebut 2.979 rumah sakit tersebar di seluruh Indonesia. Sebanyak 81.032 tempat tidur disiapkan untuk pasien covid-19. Tempat tidur itu dipakai untuk isolasi mandiri maupun tempat tidur ICU.

    Per 21 Januari 2021, tempat tidur yang sudah terpakai 52.719. ''Rata-rata keterpakaian tempat tidur masih berada di posisi 64,83 persen itu secara nasional,'' ujar Kadir.

    Dia menyebut tingkat keterpakaian tempat tidur di beberapa provinsi berada di atas 80 persen. Kadir menjelaskan peningkatan kapasitas tempat tidur dapat dilakukan dengan cara mengonversi ruang pasien noncovid-19.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id