Dewan Harap Kejagung Tak Kendor Ungkap Jiwasraya

    Anggi Tondi Martaon - 07 Februari 2020 12:38 WIB
    Dewan Harap Kejagung Tak Kendor Ungkap Jiwasraya
    Gedung Kejaksan Agung RI, Jalan Sultan Hasanudin, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga
    Jakarta: Legislator mengapresiasi kerja cepat Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap kasus PT Jiwasraya (Persero). Korps Adhyaksa itu menjerat enam tersangka dalam dugaan korupsi yang terjadi di perusahaan asuransi pelat merah tersebut. Dewan berharap Kejagung tetap tancap gas.

    "Kejagung terus bergerak untuk penegakkan hukum, termasuk sudah ditetapkannya tersangka baru yang sudah kita sama-sama tahu terlibat atau menjadi kunci skandal Jiwasraya," kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020.

    Hal senada disampaikan anggota Komisi III Nasir Djamil. Dia berharap peforma Kejagung tidak kendor jika kasus mengarah ke orang penting di negeri ini. Kejagung tak boleh hanya tajam saat kasus ini belum menyentuh orang dekat pejabat negara atau 'orang penting'.

    "Jadi bisa saja menanjak dia bertemu atau artinya semakin tinggi, semakin di dalami. Ya tentu bisa jadi menemukan orang-orang penting dalam negeri ini yang barangkali ada kaitannya," kata Nasir.

    Politikus PKS itu menilai, kinerja bagus Kejagung tak lepas dari proses politik di DPR. Pembentukan panitia kerja (panja) di tiga komisi ditambah Demokrat dan PKS yang pembentukan panitia khusus (pansus) jadi pemacu Kejagung bergerak lebih cepat.

    "Jadi ini lah yang membuat Kejagung berpacu dengan waktu," ujar dia.

    Dewan Harap Kejagung Tak Kendor Ungkap Jiwasraya
    Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. Foto: Medcom.id/Cindy

    Kejagung menetapkan satu tersangka baru kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya, Kamis, 6 Februari 2020. Tersangka baru itu merupakan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

    Joko disangka melanggar Pasal 2 Undang-Undang 31 Tahun 1999 sebagaimama diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Joko diduga memiliki keterkaitan melakukan korupsi dengan tersangka sebelumnya.

    Kejagung sebelumnya menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Mereka ialah mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya Syahmirwan.
     
    Kemudian, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, dan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro.
     
    Kelimanya dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.





    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id