Penambahan Kewenangan Polri Berpotensi Disalahgunakan

    Theofilus Ifan Sucipto - 12 Juli 2020 22:26 WIB
    Penambahan Kewenangan Polri Berpotensi Disalahgunakan
    Laode Syarif gagal masuk bursa capim KPK. Foto: MI/Ramdani.
    Jakarta: Direktur Eksekutif Kemitraan, Laode M Syarif, mengatakan penambahan kewenangan pada institusi memungkinkan terjadinya penyelewengan kekuasaan. Pemerintah harus menjamin adanya pengawasan yang ketat.

    "Ada kemungkinan untuk disalahgunakan. Karena power tends to corrupt," kata Laode dalam diskusi virtual di Jakarta, Minggu, 12 Juli 2020.

    Pemerintah, kata Laode, harus memberi batasan dan pengawasan kewenangan tersebut. Dia mengimbau pemerintah tidak memaksakan penambahan kewenangan jika tak bisa menjamin pengawasan.

    Baca: Penambahan Kewenangan Polri Dalam RUU Ciptaker Dikritisi

    Laode mempersoalkan penambahan kewenangan Polri yang termaktub dalam Pasal 82 RUU Ciptaker untuk mengubah Pasal 15 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia. Polri diberi wewenang mencegah dan menanggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat; mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa; serta melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan.

    Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menilai indikator tiap poin tidak jelas. Penafsiran setiap orang bisa berbeda-beda dan menyebabkan pelanggaran keadilan.

    "Definisi penyakit masyarakat apa? Ini pasal karet yang betul-betul sangat berbahaya," ujar Laode.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id