Pakar: Banyak Negara Kapok Pakai Omnibus Law

    Anggi Tondi Martaon - 22 Februari 2020 17:47 WIB
    Pakar: Banyak Negara Kapok Pakai Omnibus Law
    Pakar hukum perdata UIN Syarif Hidayatullah Andi Syafrani. Foto: Medcom.id/Anggitondi Martaon
    Jakarta: Banyak negara yang disebut kapok menerapkan omnibus law. Sebab, proses pembahasan tersebut dianggap menyalahi proses deliberative democracy, atau demokrasi yang berdasarkan musyawarah.

    "Bahkan mereka menyebut model omnibus ini undemocratic (tidak demokratis)," kata pakar hukum perdata UIN Syarif Hidayatullah Andi Syafrani dalam diskusi di Pizza Kayu Api, Senayan, Jakarta, Sabtu, 22 Februari 2020.

    Omnibus law dianggap tidak demokratis karena waktu pembahasan yang terlalu singkat. Padahal, materi aturan yang dibahas sangat banyak. Sehingga, negoisasi dengan pihak terkait sangat terbatas.

    Selengkapnya baca: Ombudsman Desak Omnibus Law Dibahas Terbuka

    Banyak negara yang meninggalkan omnibus law, di antaranya Selandia Baru dan Australia. Sebab, ruang diskusi semakin pendek karena banyaknya materi yang disusun.

    Pakar: Banyak Negara Kapok Pakai Omnibus Law
    Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Bogor melakukan aksi menolak RUU Omnibus Law di jalan raya Djuanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/2/2020). Foto: Antara/Arif Firmansyah

    Selain itu, Andi menyebutkan negara yang sukses menerapkan Omnibus Law yaitu Amerika. Namun, aturan yang dibuat tidak sekompleks RUU Cipta Kerja.

    Amerika, kata dia, menggunakan omnibus law untuk mengatur sistem penganggaran. Negara Paman Sam hanya membuat aturan sapu jagat berdampak pada internal pemerintahan.

    "Mereka sangat hati-hati kalau untuk mengatur UU yang mengatur hajat hidup rakyat. Tidak model omnibus kita," ujar dia.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id