Peneliti LIPI Sebut Isu Agama Tak Laku dalam Pemilu

    Insi Nantika Jelita - 28 Agustus 2019 17:21 WIB
    Peneliti LIPI Sebut Isu Agama Tak Laku dalam Pemilu
    Pengamat politik LIPI Syamsuddin Haris. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar,
    Jakarta: Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menyebut isu agama tak laku dalam Pemilu 2019. Pemilih tidak menjadikan isu itu sebagai preferensi dalam memilih calon wakilnya di Legislatif.

    "Hal ini bisa dilihat dari hasil Pileg 2019 di mana total perolehan partai berbasis Islam hanya mendapatkan 30,5%. Ini merosot ketimbang dari Pemilu 2014 yang mendapatkan 31-41%," ujar Syamsuddin di Gedung LIPI, Jakarta, Rabu, 28 Agustus 2019.

    Pada Pemilu 2019, PKS, PPP dan PBB gagal menyeimbangi suara partai nasionalis. Syamsuddin menilai hal itu terjadi karena partai politik tersebut tidak sepenuhnya memperjuangkan nilai-nilai Islam.

    Berdasarkan hasil survei nasional dari LIPI, beber Syamsuddin, sebanyak 54,2% responden tidak sepakat bila isu agama dipakai dalam politik, dan 32,9% setuju isu agama digunakan dalam pemilu.

    Hasil survei lain juga menyebutkan 46% responden berpendapat rangkaian Aksi Bela Islam pada 2016 merupakan aksi murni, bukan gerakan politik. Selain itu, LIPI mencatat 52,7% responden tidak keberatan memilih caleg yang berbeda agama, sedangkan 40% responden keberatan.

    Survei dilakukan dengan mewawancarai akademisi, politikus, jurnalis senior, pengurus asosiasi pengusaha, tokoh agama, dan budayawan. Sampel survei berjumlah 1.500 responden dengan margin of erorr sebesar 2,53%. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka di 34 Provinsi.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id