Bola Panas Penolakan Ahok di Tangan Erick Thohir

    Damar Iradat - 18 November 2019 13:45 WIB
    Bola Panas Penolakan Ahok di Tangan Erick Thohir
    Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Istana Kepresidenan melempar bola panas ihwal penolakan eks Gubenur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Ahok diisukan bakal mengisi salah satu jabatan di PT Pertamina.

    "Tanya ke Pak Erick Thohir, karena lingkup tugas beliau," kata juru bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 18 November 2019.

    Fadjroel hanya memastikan Tim Penilaian Akhir (TPA) menerima semua pandangan rencana masuknya Ahok ke BUMN. TPA diisi langsung Jokowi, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Erick Thohir.

    "Praktis masukan dari semua pihak, termasuk menteri terkait. Terkait nama orang, mengenai tugas, fungsi dan lain-lain, semuanya diserahkan ke Pak Erick Thohir selaku menteri BUMN," ujarnya.

    FSPPB menentang Ahok menjadi salah satu petinggi PT Pertamina (Persero). Presiden FSPPB Arie Gumilar mengatakan Ahok berpotensi menimbulkan kegaduhan di tubuh dan organisasi perusahaan yang akan berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.

    Ia menjelaskan Pertamina salah satu perusahaan strategis nasional yang mempunyai tugas berat untuk melayani dan menjamin kebutuhan energi masyarakat. Tugas tersebut, kata dia, tidak gampang.

    Arie menilai kedatangan Ahok dapat mengacaukan konsentrasi perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasi. Ahok juga dianggap masih tersangkut kasus-kasus hukum yang belum tuntas. 

    "Kami menilai sisi buruknya lebih besar dari pada sisi manfaatnya," ungkap dia.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id