Islah PPP Tak Bisa Ditawar

    Ilham Pratama Putra - 29 November 2019 16:43 WIB
    Islah PPP Tak Bisa Ditawar
    Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat (tengah). Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
    Jakarta: Islah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) suatu keharusan. PPP akan hilang dari sejarah bila terus terpecah.

    "Kami tidak menginginkan PPP hilang dalam sejarah. Karena itu pesan penyatuan tidak bisa ditawar," kata Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta Humphrey Djemat di Kantor PARA Syndicate, Jakata Selatan, Jumat, 29 November 2019.

    Humphrey mengaku telah bertemu dengan Plt Ketua Umum PPP Muktamar Pondok Gede, Suharso Monorfa. Humphrey dan Suharso sepakat terus mempertahankan eksistensi PPP.

    "Komitmen harus menjadi partai yang memegang prinsip mendekat ke yang benar menjauhi yang tidak benar," jelas dia.

    Humphrey juga berkomitmen menjadikan PPP sebagai partai bersih. Dia tak ingin pimpinan PPP kembali terjerat kasus korupsi seperti Suryadharma Ali dan Romahurmuziy.

    "Godaan terberat nanti dari ketua umum ya. Bagaimana dikatakan bersih kalau ketumnya ambil bagian," ucap Humphrey.

    PPP juga harus mengembalikan muruahnya. PPP harus mengayomi semua pihak.

    "Jadi partai Islam yang rahmatan lil alamin. Mesti ada pemberdayaan ke pesantren. Itulah yang membuat saya terus di politik," ujar dia.

    Humphrey menolak kehadiran oknum dalam struktur PPP yang menginginkan perpecahan. Sikap itu dinilai hanya untuk mencari keuntungan sendiri atau oportunis transaksional.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id