comscore

Elektabilitas Airlangga Rendah Disebut Peringatan Golkar Bakal Menanggung Beban Berat

Juven Martua Sitompul - 16 Januari 2022 19:27 WIB
Elektabilitas Airlangga Rendah Disebut Peringatan Golkar Bakal Menanggung Beban Berat
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Istimewa.
Jakarta: Ektabilitas Airlangga Hartarto yang rendah menjadi peringatan untuk pencalonan dirinya sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Rendahnya tingkat keterpilihan Airlangga itu bahkan bakal menjadi beban Partai Golkar dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Ini harus menjadi wake up call, apakah Airlangga maju jadi capres atau mengubah posisi menjadi cawapres," ujar Dosen Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Silvanus Alvin dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Minggu, 16 Januari 2022.

 



Alvin membeberkan penyebab Airlangga gagal mendongkrak elektabilitas. Salah satunya, Airlangga masih memakai gaya lama alias jadul di tengah era digital sekarang, misalnya menebar banyak baliho.

"Padahal baliho itu hanya dilihat sambil lalu saja. Di era digital saat ini komunikasi politik sudah tidak bisa gaya lama, kalau masih pakai model begini elektabilitasnya ya pasti ambyar," kata dia.

Airlangga diingatkan harus menjalankan praktik dan pola pikir di jalur digital. Dalam kajian komunikasi politik di kenal level komunikasi politik berdasarkan generasi dan media yang digunakan.

"Misalnya, Facebook (Meta) didominasi Generasi X. Kemudian, ada Instagram dan YouTube yang didominasi generasi milenial. Dan tidak kalah penting ada TikTok di generasi Z," ucap Alvin.

Promosi diri yang dilakukan sebaiknya dilaksanakan secara digital di media sosial tersebut. Terlebih, pesaing Airlangga seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Erick Thohir, mayoritas sudah punya YouTube Channel sendiri.

"Mereka menerapkan politainment di ranah digital karena publik mengenal politisi dari medsos. Siapa yang viral dan happening di medsos bisa mengonversi popularitas tersebut jadi nilai elektabilitas," kata Alvin.

Baca: Airlangga Diminta Legawa Merespons Kritik

Selain itu, Airlangga tidak bisa hanya berusaha menang di survei. Dalam ranah komunikasi digital ada pemahaman akan sentimen analisis. Data berupa komentar publik di medsos bisa langsung memberikan gambaran jelas elektabilitas Airlangga.

Maka dari itu, langkah Airlangga ke depan dalam komunikasi politiknya perlu berubah. Jika masih terus seperti saat ini maka langkah menjadi capres akan sangat terjal.

"Perolehan suara Golkar saat ini 12,8 persen sehingga butuh dukungan dari partai lain. Bila popularitas dan elektabilitas Airlangga tidak berubah maka sulit mencari partai yang mau mendukung Airlangga," kata Alvin.

Sebelumnya, Inisiator Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) ‎Sirajuddin Abdul Wahab mengatakan elektabilitas Airlangga Hartarto sangat  memprihatinkan. Hal ini merujuk dari data survei Voxpol Center yang menyebutkan Airlangga hanya mendapatkan 0,8 persen. Sementara itu, di Indikator Politik Indonesia sebesar 0,2 persen.

"Selain elektabilitas yang defisit, hal ini diperparah dengan elektabilitas ketua umum yang diusung menjadi capres yang memprihatinkan dan memalukan,” ujar Sirajuddin dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis, 13 Januari 2022.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id