comscore

Akselerasi Antisipasi Dampak Krisis Global Butuh Langkah Bersama

Arga sumantri - 16 Mei 2022 16:50 WIB
Akselerasi Antisipasi Dampak Krisis Global Butuh Langkah Bersama
Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. Dok Medcom.id
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) menyatakan para pemangku kepentingan harus segera mengakselerasi langkah untuk menghadapi dampak krisis global. Presiden Joko Widodo telah memaparkan sejumlah hal guna mengantisipasi dampak krisis global dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), pada 27 April 2022.

"Perintah Presiden pada Musrenbangnas akhir April 2022 lalu harus benar-benar diakselerasi oleh para menteri di lapangan, sehingga kita benar-benar mampu menghadapi ancaman krisis global," kata Rerie dalam keterangannya, Senin, 16 Mei 2022.
Musrenbangnas 27 April 2022 mengusung tema Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan'. Guna mewujudkan tema tersebut, Presiden Jokowi menegaskan agar para pembantunya melaksanakan sejumlah langkah agar mampu mengantisipasi krisis global. 

Langkah tersebut antara lain bekerja fokus untuk peningkatan penggunaan komponen dalam negeri dan mempercepat proses hilirisasi industri yang dilakukan di dalam negeri. Kemudian, meningkatkan produktivitas dan kemandirian di sektor pangan dan energi. 

Selanjutnya, meningkatkan investasi yang berdampak penciptaan lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya. Sejumlah agenda strategis untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) strategis harus terus berjalan. 

"Deretan tugas dari Presiden itu memang tidak mudah. Tetapi, harus segera diakselerasi realisasinya di tengah kondisi perekonomian global yang tidak menentu saat ini," ucap dia.

Baca: Perlu Edukasi Masif Kesetaraan Gender Tingkatkan Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengatakan permintaan fokus bekerja dari Presiden kepada para pembantunya harus menjadi perhatian serius. Para menteri harus cermat merealisasikan setiap target dari tugas yang menjadi tanggung jawab yang diberikan. 

Musrenbangnas juga menetapkan sejumlah sasaran pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah 2023. Antara lain, pertumbuhan ekonomi 5,3-5,9 persen, tingkat pengangguran terbuka 5,3-6,0 persen, tingkat kemiskinan 7,5-8,5 persen, rasio gini 0,375-0,378, dan indeks pembangunan manusia 73,31-73,49.

"Sejumlah parameter pertumbuhan itu membutuhkan komitmen semua pihak untuk mewujudkannya, dengan selalu mengedepankan kepentingan bangsa sebagai yang utama," jelas dia.

Rerie berharap para pemangku kepentingan dan masyarakat luas memiliki pandangan yang sama terkait upaya bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini. Tanpa gerak dan semangat yang sama dari seluruh anak bangsa, ujar Rerie, akan sulit memenuhi target yang dicanangkan dalam upaya menghadapi tantangan dampak krisis global di sejumlah sektor kehidupan.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id