comscore

UU TPKS Diyakini Menjawab Keluhan Penyintas Kekerasan Seksual

M Iqbal Al Machmudi - 13 April 2022 10:52 WIB
UU TPKS Diyakini Menjawab Keluhan Penyintas Kekerasan Seksual
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Anggota Komisi IV DPR Luluk Nur Hamidah menilai pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) menjadi bukti DPR RI memiliki sense of crisis. Kehadiran UU ini menjadi jawaban atas keluhan para penyintas kekerasan seksual.

"Benar-benar mendengar suara yang tak pernah terucap dari ratusan ribu para korban dan penyintas kekerasan seksual yang hak-haknya terabaikan selama ini," kata Luluk dalam keteragannya, Rabu, 13 April 2022.
Luluk meyakini aturan ini bisa mencegah dan menyelamatkan jutaan warga lainnya. Khususnya, perempuan yang rentan menjadi korban kekerasan seksual.

Pengesahan UU TPKS dinilai menjadi kabar baik dan mendapatkan dukungan luar biasa dari seluruh elemen masyarakat. Baik sipil, akademisi perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, organisasi keagamaan dan unsur masyarakat lainnya.

Baca: UU TPKS Dinilai Menciptakan Peradaban Baru

Luluk menyatakan UU TPKS lahir merespons berbagai kasus kekerasan seksual yang terjadi di berbagai konflik masa lampau seperti di Aceh, Papua, Poso, Mei 1998, hingga kasus Marsinah. Lalu, kasus Yuyun dan sederet daftar panjang kasus kekerasan seksual lainnya.

"Akhirnya UU TPKS ini milik kita semua yang harus menyatukan kita untuk mengakhiri stigma dan revictimisasi bagi segenap korban kekerasan seksual di Indonesia," ujar dia.

RUU TPKS resmi disahkan menjadi UU pada Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2021-2022. Ketua Panja RUU TPKS Willy Aditya menyampaikan aturan ini terdiri dari 93 pasal dan delapan BAB. 

Legislator NasDem itu menyebut ada sejumlah hal progresif RUU TPKS. Di antaranya, perlindungan korban, payung hukum pengusutan kasus kekerasan seksual, memastikan kehadiran negara terhadap korban melalui dana bantuan atau victim trust found. 

"Ini adalah sebuah langkah maju bagaimana kita hadir dalam memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia," ujar Willy.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id