• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pengamat: Manuver TGB Restu dari SBY

Antara - 12 Juli 2018 15:16 wib
Gubernur NTB Tuan Guru Bajang/MI/Pius Erlangga
Gubernur NTB Tuan Guru Bajang/MI/Pius Erlangga

Jakarta: Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi disebut-sebut berpeluang mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. TGB dianggap mampu membendung sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Bahkan tidak tertutup kemungkinan perlahan akan hilang," ujar Pengamat politik dari Indonesian Demokratic Center for Strategic Studies (Indenis), Girindra Sandino di Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Menurut dia, TGB yang merupakan Gubernur NTB dua periode memiliki prestasi, serta dekat dengan ulama yang memiliki ribuan jemaah. Bahkan para ustaz yang memiliki jutaan jemaah pasti mendukungkungnya. Seperti Ustaz Abdul Somad, Bachtiar Nasir dan lainnya.    

"Walau belum terang-terangan mendukungnya, karena harus menunggu komando Habib Rizieq Shihab. Tetap saja saya yakin demi kemaslahatan umat, kebaikan dan kemajuan umat Islam beliau alim ulama pasti mendukungnya," terangnya.

Dia menambahkan, koalisi ini diharapkan mampu menumbuhkan kultur baru dalam masyarakat, dengan mengubah pola pikir yang ada selama ini, dalam pendekatan organisional dan mengembangkan budaya organisasi. "Koalisi ini memiliki kesempatan untuk melakukan gerakan bukan saja gerakan politik, akan tetapi gerakan budaya," paparnya.

Menurutnya, dengan gerakan tersebut, yang terpenting terjadi persatuan, dan tidak ada lagi kalimat 'cebong', "Dan 'kampret' lagi dalam pertarungan elektoral," ujarnya.

Ia pun meyakini bahwa keputusan TGB untuk melakukan pendekatan politik terhadap Jokowi pasti diketahui, bahkan direstui oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Dalam ilmu politik teori politik kepemimpinan situasional, singkatnya adalah kepemimpinan yang efektif adalah bergantung pada relevansi tugas, dan hampir semua pemimpin yang sukses selalu mengadaptasi gaya kepemimpinan yang tepat," paparnya.
 


Efektivitas kepemimpinan bukan hanya soal pengaruh terhadap individu dan kelompok. Tapi bergantung pula terhadap tugas, pekerjaan atau fungsi yang dibutuhkan secara keseluruhan.
 
"Jadi pendekatan kepemimpinan situasional fokus pada fenomena kepemimpinan di dalam suatu situasi yang unik. Dari cara pandang ini, seorang pemimpin agar efektif ia harus mampu menyesuaikan gayanya terhadap tuntutan situasi yang berubah-ubah," bebernya.
 
Hal ini, lanjutnya, memang layak dan tepat diperankan oleh TGB yang dapat merangkul semua kalangan, baik dari nasionalis maupun agamis.

Ia juga menilai Jokowi-TGB lebih berorientasi kerakyatan, nasionalis dan religius. Sehingga diharapkan dapat meraih dukungan pemilih nasionalis dan agamis.
 
"Tidak tertutup kemungkinan partai-partai Islam lain ikut bergabung. Instabilitas kompetisi antar-parpol (interparty competition) yang dipengaruhi oleh perubahan sikap pemilih (electoral volatility) adalah faktor strategis lain yang memperkuat argumen tentang urgensi koalisi
parpol yang harus ditangkap kubu Jokowi," ujarnya.


(YDH)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.